Senin, 18 Agustus 2014

Cek darah murah di mal

Di Laboratorium Klinik cek darah mengambil darah dari pembuluh vena, biasanya dari siku bagian dalam, sedangkan di mal atau banyak juga yang sudah memilikinya sendiri di rumah, karena portabel mengambil hanya setetes darah dari ujung jari atau disebut pembuluh kapiler. Hasilnya tak berbeda jauh, apalagi kalau hanya untuk indikasi belaka, misalnya tinggi atau rendah, sehingga perbedaan angka menjadi tidak penting.

Selain di mal, di apotek-apotek tertentu juga banyak yang menggunakan alat portabel tersebut dan semakin hari semakin canggih, sehingga perbedaan dengan hasil Laboratorium Klinik menjadi semakin mengecil.

Saya baru saja dari Summarecon Mal Bekasi, di Lantai Dasar terdapat Guardian, Century dan Watson. Century dan Watson letaknya berdekatan, sedangkan Guardian terletak di ujung satunya dari gedung. Di Guardian saya cek gula darah dan bayar Rp.10.000 tanpa diberi catatan apapun dan menurut Guardian program Rp.10.000 ini tidak untuk setiap hari, hanya hari Senin. Hasilnya 139. Guardian menggunakan alat One Touch Portable. Setengah jam kemudian setelah keliling mal saya cek darah lagi di Watson dan hasilnya 118. Turun, jelas telah terjadi pembakaran gula walaupun hanya berjalan tanpa henti di mal tanpa perlu olahraga. Watson menggunakan alat Bene Test Portable, hebatnya satu alat ini bisa digunakan untuk mengetes macam-macam dengan menganti kartunya, persis SIM Card, hanya tak perlu membuka cover dan cukup disisipkan di bagian bawah alat. Taripnya cuma Rp.6.000 dan diberi katu pemeriksaan, hanya saja Watson tampak kurang senang, karena hanya ini yang saya test dan mereka mengharapkan saya mengetes yang lainnya juga, saya katakan saya mau cek Ureum Darah, tapi gak ada kan. Di Century cek gula darah taripnya Rp.12.000 dan saya tidak tanya lebih lanjut, masa 3x periksa darah dalam selang waktu yang singkat.

Watson terdapat di Kelapa Gading dan di Bekasi juga ada di Metropolitan Mal, Mega Mal Bekasi dan  Galaxy Grand Park Mal. Yang bisa dites adalah Gula Darah, Kolesterol, Trigliserida, Asam Urat dan Haemoglobin. Gula Darah tarifnya paling murah, yang lainnya lebih mahal, tetapi mungkin tetap lebih murah daripada di Guardian dan Century.

Mengingat tes darah sekarang sudah murah, maka ada baiknya sesekali memeriksakan darah anda, walaupun tak terlihat gejala apapun, karena kalau sudah ada gejala biasanya yaa sudah tidak ringan lagi.

* Gula darah, sebaiknya dilakukan tes mulai umur 20 tahun dan kalau masih normal perlu diulang tiap 2 tahun sekali. Sebaiknya melakukan tes Gula Darah Puasa, setelah 10 jam puasa makan, tetapi minum air putih tetap boleh. Tidak perlu tepat 10 jam asal masih dalam rentang 8-12 jam. Jika sudah makan, maka tingkat gula darah yang paling tinggi dicapai, setelah 2 jam selesai makan dan mengetes tidak pas 2 jam tidak apa-apa (kisaran 1 jam 45 menit hingga 2 jam 15 menit), karena akan memberikan hasil yang relatif sama, toh hanya untuk indikasi anda masih normal, sudah Pre-Diabetes atau malah sudah Diabetes. Jika tidak normal ada baiknya melakukan Glukosa Toleransi Test di Laboratorium Klinik Prodia yang biayanya 2x tes Gula Darah biasa (di Pramita tarifnya jauh lebih mahal, tetapi glukosanya wangi jeruk) untuk memastikan tingkat Diabetes anda. Glukosa Toleransi Tes mengukur Gula Darah Puasa, kemudian diberikan minuman glukosa yang harus dihabiskan dalam waktu 5 menit (gratis) dan kita tak boleh makan apapun, kecuali minum air putih sampai pengambilan Gula Darah 2 jam pp, maksudnya 2 jam setelah makan (minum cairan glukosa tadi). Beberapa Laboratorium Klinik mengharuskan kita mendapat rujukan dokter yang bisa saja dari dokter laboratorium Klinik yang bersangkutan. Bisa juga tes Gula Darah Puasa, kemudian minum minuman kaleng dengan kalori -/+ 300 dan 2 jam kemudian tes Gula Darah Sewaktu. Di Amerika, minum minuman kaleng ini sudah banyak dilakukan, karena minum cairan glukosa kadang-kadang membuat mual sebagian orang dan bisa muntah, kalau muntah yaa harus diulang lagi.
* Kolesterol Total, sebaiknya dilakukan tes mulai umur 30 tahun dan kalau masih normal perlu diulang tiap 2 tahun sekali. Jika hasilnya di bawah 200 yang berarti normal, maka anda tidak perlu tes LDL dan HDL, walaupun kalau anda ke Laboratorium Klinik pasti ditawarkan juga LDL dan HDL, katanya sekalian, ini jelas buang-buang uang. Seseorang yang telah tes 3x selalu Kolesterol Totalnya di bawah 200, biasanya seumur hidup Kolesterol Totalnya akan normal, tetapi setelah usia 60 tahun boleh sesekali cek Kolesterol Total, siapa tahu ada perubahn hormonal, karena tingkat Kolesterol Total 70 persen dipengaruhi oleh hormon di hati, sedangkan sebenarnya hanya 30 persen yang dipengaruhi oleh makanan.
* Trigliserida, kalau kolesterolnya normal, biasanya Trigliseridanya juga normal, tetapi boleh juga dicek sekali-sekali. Harus melakukan 12 jam puasa makan, walaupun 10 jam puasa makan tidak masalah, karena hasilnya tak beda banyak. Seperti halnya Kolesterol Total, maka Trigliserida yang normal biasanya akan normal seumur hidup.
* Asam Urat, hanya perlu dilakukan tes, kalau anda merasa kaku persendiannya, terutama jari-jari tangan. Supaya sembuh dari Asam Urat anda cukup diet protein tinggi, misalnya tidak makan emping mlinjo, jeroan dan otak dan kalau nyeri banget yaa perlu diberi obat untuk menurunkan kadar asam urat tersebut. Asam Urat sifatnya tidak menetap, seperti halnya Diabetes, Kolesterol ataupun Trigliserida.
* Haemoglobin atau Hb, sekarang ini orang di kota boleh dikatakan tak ada yang Hb-nya kurang, apalagi kalau badannya gemuk. Kalau anda lemas atau cepat capai bisa jadi anda memang kurang istirahat atau terkena virus, tetapi Hb anda siih normal. Jadi jangan buang-buang uang, kecuali anda sakit berat yang lama.

Tambahan 17 Juni 2015: Saya cek SGPT di Guardian dengan hanya membayar Rp 25.000. Tes ini untuk mengetahui jantung atau terutama liver/hati bermasalah atau tidak. Jika melebihi batas, maka perlu tes lagi 2 minggu kemudian dan kalau perlu berikut SGOT, karena terlalu lelahpun SGPT dan SGOT dapat naik. Tetapi jika SGPT sangat tinggi, katakanlah 2x batas normal, maka segeralah ke dokter. Sebenarnya yang menyelengarakan tes darah ini bukan Guardian, tetapi penjual suplemen Nutrimax (anak usaha Guardian) dengan menyewa tempat. Tes darah dilakukan dengan menggunakan alat Reflotron yang dapat sekaligus mendeteksi Trigliserida, Gula Darah, Kolesterol, Asam Urat, Kreatinin, SGOT, SGPT dan Hb. Dulu dapat juga mendeteksi HDL. Rata-rata biayanya Rp 25.000, kecuali Gula darah dan Hb Rp 20.000, sedangkan Kreatinin untuk mengetahui fungsi ginjal Rp 28.000. Untuk mengecek Gula Darah sebaiknya menggunakan alat portabel saja yang lebih murah. Alat Reflotron besarnya kurang lebih seperti kubus 20cm, tetapi memiliki printer untuk mengeprint hasilnya, sayangnya tidak bisa mengeprit nama pasien/konsumen. Untuk yang lainnya sebaiknya mengetes menggunakan alat Reflotron ini yang biayanya jauh lebih murah daripada di Laboratorium Klinik. Sayangnya program ini hanya ada sekitar seminggu dan pindah ke Guardian lainnya. Yang tersering dikunjungi adalah Kelapa Gading dan Metropolitan Mal Bekasi, kurang lebih sebulan sekali dan sebaiknya telepon dulu ke nomor (021) 625.9787 untuk memastikan keberadaannya dan saya sudah pernah telepon. Saya telah dua kali tes darah menggunakan alat ini dalam 2 kesempatan yang berbeda. Yang pertama tes Kreatinin dan saya compare dengan tes di Laboratorium Klinik, dan hasilnya tidak jauh berbeda.

Tambahan 25 Juli: Di Grand Galaxy Mal, Century terletak di lantai paling bawah dan di lantai atasnya ada Watson dan Guardian. Saya ke Watson terlebih dahulu, tetapi Watson kehabisan strip untuk mencek Trigliserida. Saya beli Colgate Sensitive Gum 120gr seharga Rp 27.500 dan kalau mau beli Colgate Sensitive 120gr dengan diskon seharga kurang dari Rp 20.000 harus membeli dengan total minimal Rp 30.000. Saya ke Guardian dan ternyata Reflotonnya belum sampai di Grand Galaxy Mal, yang menurut penjaganya biasanya awal bulan dari Selasa-Minggu, karena hari Senin marketingnya libur. Tetapi saya ke Guardian tidak sia-sia, karena yang di Watson seharga Rp 27.500, di Guardian hanya Rp 16.500, demikian juga Colgate Sensitive 120grnya juga hanya Rp 16.500. Bahkan balsem Vicks yang didiskon dan tinggal 3 buah, malah disuruh borong semua, jika saya mau. Saya tanya apakah tidak keberatan, jika saya membeli barang diskonan semua dan mereka tidak berkeberatan.

Tambahan 25 Juli: Saya baru cek Trigliserida menggunakan Reflotron seharga Rp 28.000, tetapi tidak puasa, sehingga bisa dianggap Trigliserida sewaktu. Hasilnya 132, atau lebih kecil dari 150, jadi masih aman. Dengan puasa, maka hasilnya biasanya hanya 50. Jadi untuk mengecek Trigliserida sebaiknya melakukan puasa terlebih dahulu. Ini berbeda dengan gula darah sewaktu dengan gula darah 2 jam pp (setelah makan), setelah puasa terlebih dahulu, yang biasanya hasilnya tidak jauh berbeda, terutama yang gula darah sewaktunya masih di bawah 200.

Jumat, 03 Januari 2014

Matinya Kamera Kompak dan DSLR

The Dead of DSLR, marak dikumandangkan di akhir tahun 2013, sedangkan sebelumnya kita mendengar the Dead of Compact Camera di penghujung tahun 2012.

Di tahun 2013, penjualan DSLR turun hingga 15 persen, padahal sebelumnya selama 10 tahun berturut-turut mencatatkan pertumbuhan positif. Sedangkan penjualan Kamera Kompak di tahun 2013 hanya 40 persen penjualan tahun 2011. (Menyedihkan!!!)

Banyak orang mengatakan, bahwa pasar Kamera Kompak tergerus Smartphone yang kualitas gambarnya sudah baik, tetapi saya berpendapat lain, yakni:

Kemajuan Teknologi Mengubur Dirinya

Hal ini hampir sama dengan Intel Processor for PC, semakin cangih dan canggih, tetapi yang memakainya kebanyakan sekarang tinggal Gamers, sedangkan masyarakat umum dan juga Pebisnis tidak perlu canggih-canggih. Memang benar orang pindah ke Mobile, tetapi itu juga memakai prosesor yang tidak terlalu canggih untuk ukuran PC, walaupun smartphone canggih sekarang ini sudah ada yang quad core, bahkan octa core.

Sekarang ini hampir semua kamera telah dapat menghasilkan gambar yang bagus, apalagi kalau hanya mau dicetak ukuran postcard atau sharing di internet.

DxO Labs telah mengukur kualitas Kamera dan juga Lensa-lensanya yang telah disarikan pada:

http://allsarwa.blogspot.com/2014/08/nikon-beat-canon-dxo-labs.html

Atau jika anda ingin melihat aslinya:

www.dxomark.com/Cameras/Ratings
www.dxomark.com/Lenses/Ratings

Hal ini tentunya memudahkan seseorang untuk membeli Kamera dan Lensa-lensanya yang disesuaikan dengan Budjet.

Kamis, 02 Januari 2014

Tumor Marker Murah Nyaman

Sulit dideteksi

Sesorang biasanya baru ke dokter atau screening tumor/kanker, kalau stadiumnya sudah lanjut, soalnya tidak semua tumor/kanker menimbulkan gejala yang jelas. Bahkan kista, kadang-kadang baru terdeteksi kalau di-rontgen, misalnya kista pada rahang yang dapat mengerogoti rahang dan berakibat goyah dan copotnya gigi, hanya dapat dideteksi dengan Foto Panoramic.

Sayangnya penggunaan X-Ray tidak boleh sering-sering atau memang tidak dapat dilakukan atau percuma, misalnya Kanker Usus Besar yang tidak berasa, karena usus besar tidak memiliki syaraf, di X-Ray pun tidak bisa. Demikian pula dengan Kanker Paru, dimana paru-paru juga tidak bersyaraf seperti halnya usus besar, kalaupun di X-Ray, maka mungkin tidak tampak, karena jenisnya adalah Kanker Paru Sel Kecil (Small Cell Lung Cancer-SCLC) yang kecil-kecil dan menyebar, jadi belum tampak kalau belum banyak.

Tumor Marker

Sebelumnya lebih baik dibahas dulu sensitivity dan specificity Tumor Marker dan juga False Negative dan False Positive

Sensitivity

Sensitivity atau kepekaan adalah pekanya Tumor Marker terhadap adanya kanker. Kepekaan 100 persen berarti, kalau ada kanker pasti terdeteksi, sayangnya sampai saat ini belum ada Tumor Marker yang kepekaannya 100 persen.

Specificity

Specificity atau kekhasan adalah kemampuan Tumor Marker untuk mendeteksi jenis kanker(-kanker) tertentu. Sayangnya satu jenis Tumor Marker kebanyakan mendeteksi beberapa jenis kanker sekaligus, misalnya Tumor Marker termurah, yaitu CEA dapat mendeteksi kanker usus besar, kanker paru, kanker mulut rahim dan sebagainya. Jadi kalau hasil test CEA positip, bisa saja kita menderita satu jenis kanker saja, tetapi bisa juga kita menderita beberapa jenis kanker.

CEA Specificitynya dan Sensitivitynya rendah, tetapi karena murah, maka selalu dipakai bersama dengan Tumor Marker yang lain, sehingga dengan Teknik Penyisihan (Elimination) atau Teknik Overlapping (Bertumpukan), maka akan memberikan hasil yang lebih akurat.

False Negative

False Negative atau Negatif Palsu. False Negative sangat berbahaya, karena hasil test negatif, tetapi sebenarnya positif. Saat ini hanya Penapis Tumor (Tumor Marker) M2-PK yang tak mempunyai false negatif (Hebat!).

False Positif

False Positive atau Positif Palsu. Hasil test positif, tetapi sebenarnya negatif. Positif Palsu tidak terlalu berbahaya, karena jika hasilnya positif, maka akan ditindaklanjuti dengan cara/test yang lebih akurat dan mahal, tetapi pasien pasti udah dek-dekan sebelumnya.

Sampai saat ini belum ada Tumor Marker yang benar-benar bebas dari False Negative dan False Positive.

Kanker Usus Besar

Saudara jauh saya kotorannya berdarah, setelah diperiksa ternyata Kanker Usus Besar Stadium III dan satu bulan kemudian meninggal, ternyata kankernya telah menyebar ke tempat lain. Padahal perjalanan Kanker Usus Besar itu 10-15 tahun. Adiknya takut, walau tak ada gejala apa-apa, lalu cancer screening menggunakan Kolonoskopi dan ternyata Kanker Usus Besar Stadium I dan usus besarnya dipotong 10cm.
Kolonoskopi itu mahal dan tidak menyenangkan, karena harus urus-urus dan perlu dibius setempat. Kolonoskopi saat ini banyak digunakan oleh dokter untuk screening, karena hasilnya akurat dan dapat sekaligus membuang polip dan mengambil specimen untuk biopsi dan menyerahkan specimen tersebut ke Laboratorium Klinik untuk mendeteksi apakah kankernya jinak atau ganas.

Darah Samar

Cara paling murah untuk screening kanker usus besar adalah Pemeriksaan Darah Samar di Laboratorium Klinik, tetapi sayangnya kalau polipnya tidak berdarah, maka tidak akan terdeteksi, sebaliknya jika ada darah ambein/wasir, maka ia juga tidak dapat membedakannya.

M2-PK Tumor Marker

Sekarang ini ada M2-PK Tumor Marker yang sensitivitynya dan specificitynya sangat tinggi, sehingga kalau sekedar screening dan belum ada gejala apa-apa kenapa harus langsung di-kolonoskopi. M2-PK Tumor marker dapat mendeteksi polip sebesar 1cm saja, walaupun hanya satu, terlebih lagi False Negative-nya sangat rendah, berarti hampir mendeteksi 100 persen.

Pada tahun 2014 ini M2-PK Tumor Marker (kuantitatif)  bisa dilakukan di Laboratorium Klinik RS Pusat Kanker Dharmais (Slipi, Jakarta, sebelah RS Jantung Harapan Kita, halte Busway Harapan Kita) sebesar Rp.380Ribu. Di RS lain juga kadang-kadang ada, tetapi lebih mahal, karena tetap saja Kotoran kita dirujuk/dibawa ke RS Dharmais. Sayangnya hasil testnya baru bisa didapatkan setelah 2 minggu, entah sengaja dilama-lamain atau tidak, karena saya hanya test ini melalui rujukan dokter luar. Buat saya tidak masalah kan belum ada gejalanya sama sekali. Padahal di Luar Negeri Test ini yang lebih sederhana (rapid test) dijual bebas, karena mirip Kit Test Kehamilan.

Screening M2-PK Tumor Marker sebaiknya dilakukan mulai usia 55 tahun, walaupun tanpa gejala apapun dan cukup ini saja, karena sensitivitynya tinggi.

Untuk mendapatkan bacaan lanjut dapat googling: Wikipedia Tumor M2-PK dan/atau Wikipedia M2-PK Test.

Kanker Paru

Lebih dari 90 persen Kanker Paru adalah jenis SCLC (Small Cell Lung Cancer) yang dapat dideteksi dengan Tumor Marker yang cukup spesifik, yakni NSE sebesar Rp.305Ribu di RS Dharmais.

Laboratorium Bio Kimia di Luar Negeri menganjurkan deteksi Kanker Paru dengan melakukan test CEA, CYFRA 21.1, NSE dan ProGRP sekaligus untuk mendeteksi SCLC dan NSCLC (Non-Small Cell Lung Cancer), tetapi ProGRP tidak tersedia di RS Dharmais. CYFRA 21.1 cukup tinggi sensitivitas dan spesifisitasnya, tersedia di RS Dharmais sebesar Rp.360Ribu. Saya tidak tahu apakah tanpa rujukan dokter, boleh melakukan test-test ini di Laboratorium Klinik RS. Dharmais atau tidak, karena setahu saya kalau kita tanya Bagian Penerangan kita diarahkan untuk menemui Dokter Konsultasi dahulu, tentunya bayar dan nantinya hasilnya diberikan ke Dokter tersebut dan untuk mengetahui hasil tersebut yaa bayar dokter lagi, walaupun hasilnya dari Laboratorium Klinik jelas-jelas negatif. Di Laboratorium Klinik Luar dapat juga dilakukan test CEA, CYFRA 21.1 dan NSE, tetapi jauh lebih mahal, misalnya NSE sebesr Rp.525Ribu di Prodia dan kalau mau rujukan dokter yaa bisa minta rujukan dokternya Prodia yang gratis. Di Lab. Klinik Pramita biasanya lebih murah. Yaa pintar-pintarlah cari yang murah, tetapi cukup andal dan jangan sampai kecolongan.

Screening Kanker Paru, sebaiknya dilakukan mulai usia 55 tahun terutama perokok, atau yang sudah berhenti merokok, tetapi belum 15 tahun sejak berhenti merokok (perjalanan kanker itu sangat panjang bisa sampai 40 tahun, oleh karena itu bagi yang sudah berhenti merokokpun tetap dapat terkena kanker). Sedangkan penderita Kencing Manis/Diabetes sebaiknya mulai screening sejak usia 40 tahun, karena dengan adanya diabetes, maka Kekebalan Tubuh akan menurun.

Kanker Prostat

Sebenarnya kanker prostat berjalan sangat lambat, karena itu tes PSA sama sekali tidak perlu untuk deteksi awal. Yang justru perlu dilakukan adalah USG Prostat seharga Rp 435.000 di salah satu Laboratorium Klinik. Sedangkan USG Lower Abdomen seharga Rp 500.000 dan USG Full Abdomen seharga Rp 550.000. Jika dana tidak terlalu menjadi masalah, maka mungkin lebih baik USG Full Abdomen saja. Jika hasil USG Prostat menunjukkan Prostat lebih besar dari 4mm, tetapi terdapat catatan dokter bahwa pembesaran sesuai dengan usia, maka tidak perlu tindakan apapun. Jika hasil USG Prostat menunjukkan Prostat lebih besar dari 10mm, maka sebaiknya menemui Urolog (Dr. SpU) untuk tindakan lebih lanjut dan kemungkinan hanya diberi obat, bukannya dioperasi. Karena Tumor Jinakpun seringkali tidak perlu dioperasi, kecuali memang mengganggu berkemih.

Tambahan 7 Maret 2015:
Sebenarnya saya mau ke Dharmais mau tes CYFRA 21.1 untuk penapisan kanker paru-paru, tetapi berhubung di Wikipedia, disebutkan bahwa M2-PK bisa juga untuk penapisan kanker paru-paru, bahkan lebih baik daripada SCC dan NSE, dan juga bisa menapis kanker macam-macam, maka saya tes M2-PK saja. Harganya masih sama Rp 380,000 dengan tahun lalu, sedangkan CYFRA 21.1 hanya lebih murah sedikit daripada M2-PK. CYFRA 21.1 lebih spesifik untuk menapis kanker paru-paru dan M2-PK lebih spesifik untuk menapis kanker usus besar. Tetapi berhubung saya masih saya anggap normal, maka saya memilih M2-PK saja yang dapat menapis sampai 9 jenis kanker sekaligus. Apalagi M2-PK kan tidak punya Negatip Palsu, yang berarti kalau negatip yaa negatip.
Sekarang ini telah ada artikel berbahasa Indonesia di Wikipedia tentang hal ini:
https://id.wikipedia.org/wiki/Penapis_tumor
Dan yang lainnya:
https://id.wikipedia.org/wiki/Penyakit_kardiovaskular
https://id.wikipedia.org/wiki/Khitan_pada_wanita

Tambahan 7 Oktober 2015:
USG Prostat paling murah mungkin hanya ada di RS ST Yusuf Bandung seharga Rp 186,000 dan sudah 3D lagi. RS St Yusuf Bandung sebenarnya hanya RS Golongan C, jadi tidak canggih-canggih amat, tetapi jika anda pasien umum dan bukan pasien BPJS atau Asuransi, maka you are always welcome dan di RS lainpun sebenarnya juga begitu. Tanpa rujukan, saya katakan bahwa ini rutin saya lakukan. Tetapi hasilnya tidak ditulis apakah pembesarannya sesuai dengan usia atau tidak seperti di Laboratorium Klinik, tetapi hanya disebut volumenya saja dan dianjurkan ke Dokter Spesialis Urologi dan tentunya ini agar TS (Teman Sejawat)nya dapat pasien. Dalam berat, maka sampai dengan 16 gram masih normal, ini setara dengan volume sampai dengan 32 centimeter kubik. Lebih besar dari angka tersebut, jika tidak mengganggu berkemih, maka mungkin sudah perlu diobati, tapi bisa juga tidak. Dan tentunya belum perlu dioperasi. Jika sudah mendekati angka tersebut sebaiknya USG Prostat dilakukan setahun sekali untuk mengetahui kecepatan pembesarannya.

Tambahan 12 Januari 2016:
Saat ini Laboratorium Klinik BioTest di Bandung sudah dapat melakukan tes M2PK dengan biaya Rp 500.000, tetapi dikatakan peminatnya masih sedikit, oleh karena itu pengambilan faeces terakhir adalah hari Sabtu pukul 08.00 dan hasilnya dapat diketahui hari Senin.

Catatan:
Jika anda menyukai artikel kesehatan, mungkin artikel saya ini juga dapat menambah pengetahuan anda http://allsarwa.blogspot.com/2010/03/obat-tetes-air-mata-buatan-dan-glaucoma.html yang merupakan artikel yang telah dibaca lebih dari 8000 orang. Atau penyakit sinusitis yang kadangkala sukar disembuhkan http://allsarwa.blogspot.com/2015/02/sinusitis-perlu-tes-alergi-murah.html

Jumat, 05 April 2013

Cat Acrylic Waterprof Tahan Lama

Sebenarnya semua cat acrylic bahan dasarnya sama, apakah itu cat tembok, cat genteng maupun cat waterproofing. Komposisi Cat Acrylic adalah Acrylic, Poly Vinyl Acetate (PVA), Vinyl, Filler/Pengisi dan Pigment/Pewarna. Cat 100% Acrylic harganya paling mahal, walaupun masih lebih murah daripada Cat 100% Poly Urethane (PU). Acrylic itu mahal, bahkan untuk Cat 100% Acrylic, 50% biayanya hanya untuk Acrylic itu sendiri. Oleh karena itu, walaupun menyatakan sebagai Cat Acrylic (bukan 100% Acrylic), maka cat tersebut dioplos dengan PVA yang harganya relatif sangat murah. Semakin banyak Acrylicnya semakin baik mutunya, tetapi yaa semakin mahal harganya. PVA itu adalah bahan dasar lem kayu bewarna putih seperti FOX. Saya pernah mencampur semen putih dengan lem tersebut untuk melabur wuwung dan setelah 2 tahun mulai rembes (walaupun belum bocor), rupanya PVAnya tergerus Air.

Cat Acrylic yang pelarutnya air, biasanya disebut juga Latex Paint (istilah Amerika), walaupun tak ada hubungannya dengan (karet) Latex. Di Eropa, Latex Paint disebut Emulsion Paint. Latex Paint atau Water Base Paint harganya sedikit lebih mahal daripada Oil Base Paint yang bepelarut Solvent/Thinner, karena yang berpelarut air pengeringannya bertahap (lebih sulit membuatnya), larut ketika masih mengandung air, tetapi tak larut ketika sudah benar-benar kering.

Cat Exterior mengandung Anti-UV, sedangkan Cat Interior tidak, tetapi semua Waterproofing setahu saya sudah mengandung Anti-UV.

Waterproofing sebenarnya dapat dibagi menjadi 2 golongan besar, yaitu yang hasilnya berupa membran dan yang mirip cat.

Membran
Waterproofing yang paling banyak dipakai di Indonesia, yaitu Aquaproof yang akan menghasilkan membran tebal, oleh karenanya 1kg Aquaproof hanya untuk 1 meter persegi target. Aquaproof banyak dipakai, karena mungkin nama besar, atau mungkin juga karena permintaan tukang. Tukang senang dengan Aquaproof, karena pengerjaannya lebih mudah dan cepat daripada waterproofing yang mirip cat. Jika ada retakan katakan 3 milimeter, maka oleh tukang dikuas saja tanpa memberinya kasa/membran. Usia pakai Aquaproof paling lama 2 tahun, setelah itu membran akan terkelupas dengan sendirinya dan kalau kita tarik yaa bisa seperti selaput karet. Mungkin usia pakai yang hanya 2 tahun ini juga disukai tukang, supaya dipanggil lagi dan harga aquaproof kan mahal dan harus memakai berkaleng-kaleng, sehingga biaya bahan waterproof menjadi mahal dan upah tukang jadinya kelihatan murah. Hal serupa adalah mengapa dokter yang tarifnya Rp150,000 atau Rp250,000 memberikan obat yang mahal pula dan tidak yang murah padahal khasiatnya sama.

Penjelasan foto: Tampak dinding dalam yang 'hamil' dengan diameter lebih dari 10cm di sebelah kiri dan kanan bawah foto. Terbukti waterproofing membran memang elastis, tetapi tidak dapat menahan tekanan negatif, jadi waterproofing membran harus diaplikasikan pada dinding luar untuk menahan kebocoran tekanan positip dari luar.

No Drop, walaupun pendatang baru, tetapi penjualannya lumayan. Yang ini juga membran tapi lebih encer, jadinya netes kemana-mana dan tentunya menjadi semakin boros.

Sil-on juga membran dan celakanya warnanya tak bisa rata, terjelek dari semau waterproofing yang pernah saya coba.

Waterproofing Paint
Yang terbaik dari waterproofing bersifat cat adalah Ultraproof. Depo Bangunan dan terutama Mitra 10 sering memberi diskon, sehingga per gallonnya hanya Rp123,500. Karena Ultraproof bersifat cat, maka retakan 1 milimeter saja tak akan tertutup dengan satu kali kuas saja . Cara terbaik dan seharusnya adalah memberinya membran yang terbuat dari kasa, fiberglass dsbnya. Jangan pakai fibreglass, karena selain mahal juga kaku, sehingga tidak cocok untuk permukaaan yang lengkung/patah. Kasa yang berbentuk kaos dari Aquaproof sebaiknya juga jangan dipakai, karena mudah menggulung dan mulur-mulur. Yang terbaik pakai Bitaforce yang tipis dan bisa disobek menggunakan tangan tanpa perlu gunting, sayangnya hanya dijual di Depo Bangunan. Beri beberapa titik dengan kuas plus waterproofing untuk lokasi yang akan diberi Bitaforce, tempelkan Bitaforce tersebut dan kemudian sapu dengan kuas bercat waterproofing (irit dan cepat). Ultraproof 1 kilogram bisa untuk 2 meter persegi target (minimal 2x lebih irit daripada Aquaproof), terlebih lagi harga Ultraproof per kilogramnya juga lebih murah daripada Aquaproof. Ultraproof tahan 5 tahun (coba bandingkan dengan ketahanan Aquaproof yang hanya maksimal 2 tahun). Hanya saja warna Marine Green Ultraproof memudar sedikit demi sedikit menjadi hampir putih, sedangkan yang berwarna Harvest (cokalt) Ultraproof hanya memutar sedikit dalam kurun waktu 5 tahun.

Waterproofing AM mirip Ultraproof dan sudah diaplikasikan lebih dari 4 tahun dengan warna yang sedikit memudar. Kemasan Waterproofing AM 1 kilogram selalu berisi uang Rp1,000 (dak pernah nemuin lebih tuh) dan sebagai pelopor tutup berulir, sehingga kalau baru terpakai sebagian bisa dipakai lain kali dan saya pernah mencobanya setahun kemudian dan ternyata cat masih baik hanya saja agak kental. Tutup berulir kini juga digunakan oleh Ultraproof.

Sika Raintite agak encer dan cocok untuk mengatasi retak rambut, hanya saja warna CoroRednya tidak sesuai dengan contoh warnanya (lebih ngejreng). Sika Raintite paling murah ada di Raja Bangunan, Bekasi seharga Rp124,500 per gallon. Untuk barang-barang Sika lainnya memang paling murah dan komplit yaa di Raja Bangunan.

100% Waterproofing
Yang dimaksud dengan 100% Waterproofing adalah dapat dipakai untuk kolam renang atau tempat yang tergenang air. Yang terbaik adalah DryLock yang dijual di Ace Hardware. DryLock Water Base harga per kilogramnya sedikit di atas Rp100,000 dan kurang sedikit dari Rp100,000 kalau lagi ada diskon. DryLock Oil Base harganya sedikit lebih murah daripada DryLock Water Base, tetapi saya anjurkan pakai yang Water Base saja, karena siapa bisa menjamin yang akan dicat benar-benar kering sebagai syarat menggunakan Oil Base (minyak tidak dapat bersatu dengan air!).
Saya sudah menggunakan untuk dak beton dan bak kamar mandi selama lebih dari 2 tahun tanpa ada keluhan dan digaransi selama 10 tahun. Ada yang digaransi selama 15 tahun yaitu DryLock Premium, tetapi tidak saya rekomendasikan, karena tak mengandung silika (penjualnya mengatakan mengandung silika juga dan sangat lembut), padahal silika denagn kekasaran/kehalusan yang berbeda-beda penting untuk menutup retak-retak rambut, walaupun hasil catnya mirip amplas dengan kekasaran sedang yang ternyata sulit sekali untuk melukai kita. Satu hal keuntungan lainnya adalah DryLock 100% Waterproofing ini dapat diwarnai sesuka kita oleh Ace Hardware tanpa tambahan biaya dan ternyata tanpa mengaduk cat waterproofing ini sebelum dipakai warnaya tetap homogen.
Kemasan DryLock buatan Amerika ini terbuat dari Kaleng (bukan Plastik) yang tutupnya mudah dibuka dan ditutup kembali dengan rapat. Bahan kaleng konon lebih ramah lingkungan daripada plastik. Karena alasan lingkungan pulalah Cat Oil Base berangsur-angsur menghilang digantikan oleh Cat Water Base.

Aquatite dari Bondall (Australia) harganya Rp100,000/kg, walaupun saya pernah membelinya Rp90,000/kg waktu ada promosi. Sama sekali tidak saya rekomendasikan, bukan karena tidak mengandung Silika, tetapi karena mudah terkelupas.
Penjelasan foto: Setelah setengah tahun Aquatite mulai mengelupas, jika diaplikasikan pada dak beton.

Masterproof yang harganya lebih mahal dari Aquaproof, tetapi masih lebih murah daripada Aquatite tidak saya coba, karena saya tidak melihat keunggulannya dengan harga semahal itu.

Biaya Murah DryLock
Pertama-tama dibahas dulu mengenai plat beton, plat beton pinggirnya selalu ada ringbalknya (balok pengitarnya) dan perlu diingat plat beton atap tebalnya hanya sekitar 7-10 centimeter dan jelas campuran betonnya bukan untuk kolam renang atau bak mandi dimana tak boleh ada rembesan apalagi sampai bocor. Campuran kedap air adalah 1 semen, 2 pasir, sedangkan untuk plat beton tentunya pasirnya lebih banyak, karena itu pasti rembes. Harus dipastikan apakah rembes atau bocor, sehingga dapat bocoran berember-ember. Kalau bocor berarti ada keretakan struktural yang besar, tetapi hal itu sangat jarang terjadi, mengingat plat beton itu bentuknya tetap, karena dikelilingi oleh ring balk. Kalau plat beton rembes dan hanya menetes apalagi sehari cuma dapat segayung, sebenarnya hal itu adalah hal yang biasa, tetapi tentunya mengganggu, apalagi kalau hal itu terjadi di kamar tidur. Kenapa rembes, selain karena sifat betonnya yang porous atau berpori-pori, maka genangan air menjadi suplai terus menerus untuk rembesan, sedangkan jika genangannya sedikit, maka biasanya belum sempat menetes sudah menguap atau kering terlebih dahulu. Jadi seboleh dapat dipastikan tidak ada air yang tergenang di plat beton, tidak perlu semua plat beton di semen kembali, tapi cukup yang tergenang saja. Jika hal ini belum juga menolong, maka dapat digunakan DryLock Water Base dan tidak perlu seluruh plat beton dicat DryLock, tetapi cukup tempat-tempat yang diperkirakan rembes. Sisa DryLock Water Base yang belum habis dapat disimpan hingga satu tahun dengan kualitas yang sama dan dipergunakan untuk memperluas area yang di DryLock jika diperlukan. Itulah sebabnya memakai DryLock Water Base dan bukannya DryLock Oil Base. Perlukah kita memakai mesh atau kasa atau fiber, jawabannya tidak perlu, karena retak rambut tidak akan bertambah besar, yang pasti memakai semua itu akan menambah biaya dan juga pemakaian Dry Lock.

Biaya pemakaian DryLock di akhir tahun 2014 adalah Rp60.000,-/meter persegi.
Beberapa orang mengkeramik plat betonnya dan tentunya semua luas plat beton, biayanya Rp125.000,-/meter persegi. Cara ini sebenarnya cukup efektif, karena semen/lem untuk merekatkan keramik, kemungkinan sudah menutup sebagian besar retak rambut, keramik tidak meresapkan air dan mungkin hanya natnya saja yang jumlah luasnya sangat sedikit dibandingkan keseluruhan luas plat. Bagaimanapun menggunakan DryLock jauh-jauh lebih murah, karena yang dicat kan tidak perlu seluruh luas plat beton.

Perlu diingat bahwa Cat Waterproof itu biasanya tidak tahan air tergenang, misalnya Aquaproof, tetapi DryLock tahan air tergenang, karena sebenarnya diperuntukan buat kolam renang. Saya sendiri sudah melapisi Bak Mandi saya dengan DryLock dan tentunya selalu tergenang, sudah bertahun-tahun.

Penjelasan foto: Cukup Nat dan retakan pada porselennya saja yang perlu di-DryLok, biasanya sudah tidak bocor lagi, terutama untuk nat yang cukup lebar.

Di tahun 2016, saya mencoba Cat Acryling Waterproofing. Maximum Strech buatan Ames terdapat di Ace Hardware seharga Rp 569.000 per gallon. Tidak disebutkan bahwa cat ini 100 persen Acrylic, tetapi dari video yang saya saksikan mereka mengklaim dapat melar hingga 750 persen, artinya retakan 1mm yang diberi Cat maximum Stretch dapat bertahan hingga 7,5mm tanpa sobek. Sesuatu yang berlebihan tentunya, tetapi ada gunanya. Inilah pertama kali saya mendapatkan cat yang sama sekali tidak menetes dari rol ataupun kuas, tanpa perlu mengoleskannya terlebih dulu pada pinggiran dalam kaleng cat. Retak rambut sampai 3mm dapat langsung tertutup tanpa perlu memberikan kasa terlebih dahulu. Dianjurkan pengaplikasian hingga 2 atau 3 kali cat, tetapi saya mencobanya hanya dengan 1 kali cat dan luar biasanya lapisannya sangat tipis, sehingga warna cat yang putih solid terlihat agak transparan. Dengan 1 kali aplikasi sudah tidak bocor, tetapi saya belum tahu ketahanannya. Yang pasti cat ini cocok buat dak tanpa perlu memasang kasa, dan tentunya juga bisa diaplikasikan pada dinding yang retak di ketinggian tanpa perlu memasang kasa. Tinggal cat saja.

Jika dak beton telah terlanjur dikeramik, tetapi masih bocor juga, mungkin kebocoran terjadi dari natnya. Gambar sebelah kiri diberi DryLok, sedangkan gambar sebelah bawah menggunakan Maximum Stretch, tampak jorok, karena Maximum Stretch melekat kuat pada keramik, walaupun masih basah tak dapat diseka dengan lap basah, sudah kering dipel berkali-kalipun tetap nempel. DryLok maupun Maximum Stretch keduanya sama-sam ampuh. Untuk hasil yang rapi saat penggunan Maximum Stetch, sebaiknya gunakan masking tape atau disebut juga selotape kertas.


Saya juga telah membeli cat acrylic waterproofing Pattex D150 buatan Henkel Thailand di Mitra 10. Terdapat beberapa kemasan, kemasan 1 kg Rp 72.600, 1,5 kg Rp 101.200, 3kg Rp 222.200 dan 5 kg Rp 321.800. Saya beli yang 1,5 kg saja toh hanya untuk mencoba, bahkan jika butuh 3 kg, lebih baik beli 2 yang 1,5 kg saja, karena lebih murah. Warna hanya terdiri dari putih dan abu-abu. Ada juga merek MasterProtect 200 buatan BASF seharga Rp 260.000 untuk yang 5 kg, tetapi tidak dijelaskan secara eksplisit bisa buat dak, hanya disebutkan bisa buat atap. Sedangkan Pattex D150 disebutkan bisa buat balkon, dek, kayu, batu bata dan bisa dicat di atasnya. Disebutkan juga daya tutup Pattex D150, memerlukan 1,2 kg/m persegi untuk ketebalan 1mm. Berarti cukup boros.

Seperti saya duga sebelumnya, Pattex D150 memang boros, karena bentuknya seperti pasta yang kental. Sulit menghasilkan lapisan yang baik dengan menggunakan rol, bahkan belum semenit dicat, jika dirol kembali, cat akan kembali menempel pada rol, jadi daya lekat Pattex D150 ke dak beton tidak baik. Pada kemasannya tertera akan dapat dicat untuk yang kedua kalinya setelah setengah jam, hal ini benar, bahkan setelah satu jam pengecatan sudah kering benar. Untuk memudahkan pengecatan saya berikan sedikit air, walaupun pada kemasannya dinyatakan tidak perlu ditambahkan apa-apa. Jika ingin mengecat dalam jumlah yang sedikit, mungkin Pattex D150 bisa dicoba, tetapi jika ingin kualitas yang baik, apalagi ingin mengecat dalam jumlah yang luas, Maximum Strech dari Ames, pilihannya.

Pada tanggal 5 April 2017 hari ini saya meng-announce kabar menggembirakan buat yang ingin melakukan waterproofing.

Seperti biasa saya melakukan tes ini pada dak beton dan sudah berlangsung lebih dari 3 bulan. (Mengapa harus di dak beton, jawabannya ada di Tambahan 20 Maret 2017 di bagian bawah artikel ini)  Cat tersebut adalah CAT TEMBOK Eksterior 100% Acrylic merek Davies Mega Shield Ultra yang dapat menutup retak rambut, sedangkan Davies Mega Shield Pro tidak dapat menutup retak rambut. Harga Davies Mega Shield Ultra 2,5 liter buatan Philippines tersebut adalah Rp 220,000 untuk warna cerah/terang level terbawah atau selevel di atasnya. Saya anjurkan menggunakan selevel di atas level terbawah pewarnaannya, karena level terbawah sangat pucat cenderung putih. Sayangnya cat tersebut hanya ada di Mitra 10, sedangkan di Bandung konon dulu ada Mitra 10, tetapi sekarang sudah tutup. Cat tersebut melekat cukup baik, walaupun daya lekatnya masih di bawah DryLok atau Maximum Stretch. Tahan terhadap genangan air.  Karena belum lima tahun, maka saya belum dapat memastikan ketahanan jangka panjangnya, tetapi prediksi saya baik. Daya sebarnya mencapai 12 meter persegi atau lebih murah daripada 4 liter cat waterproffing yang daya sebarnya maksimum 8 meter persegi seharga Rp 180,000. Boleh dihitung sendiri.

Keuntungan lainnya menggunakan Cat Tembok Eksterior 100% Acrylic adalah pengaplikasiannya lebih mudah daripada cat waterproofing, keuntungan linnya adalah bisa dioplos, jadi warna yaa suka-suka ente.

Klaim 100% Acrylic itu dari pabrik, gimana kalau kagak 100 % Acrylic, yang pasti dosa dan bisa dituntut di muka hakim. Sangat jarang yang berani menyatakan 100% Acrylic, tetapi harga minyak kotor dunia kan stabil di $50, jadi saya yakin makin banyak cat yang akan 100% Acrylic.

T R I V I A:
Ini bukan tentang waterproofing. Cat besi yang beredar beberapa tahun terakhir ini beberapa adalah cat besi yang sudah mengandung meni. Yang menggunakan pelarut thinner adalah Primtop buatan Propan dan Bodelac 2 in 1 buatan Nippon Paint. Primtop warnanya readystock, tetapi karena mungkin sudah lama di tokonya, maka warna dan komponen-komponen catnya sudah terpisah. Diaduk sampai capepun kagak bisa nyatu dengan baik. Padahal Ultraproof waterproofing buatan Propan hasilnya memuaskan. Jadinya hasil catnya belang-belang. Bodelac warna readynya  cuma putih dan hitam seharga Rp 54.000 per kilogram di BJ Home Bandung. Warna lainnya harus dioplos dengan harga -/+ Rp 70.000. Warna putihnya tercampur merata dan biasanya saya jadikan cat dasar. Bukan berarti semua hasil Nippon paint itu baik, nanti berangsur-angsur pasti saya ungkapkan mana saja cat yang baik dan buruk untuk masing-masing produsen. Ada lagi cat sejenis, tetapi berpelarut air, harganya lebih dari Rp 90.000 buatn Mowilex, tetapi saya cari di toko manapun tidak ada yang jual, adanya online. Kalau ada toko yang menjual cat tersebut, tolong beritahu saya dan pembaca lainnya.

B A R U : Waterproofing dengan ZOOM Spray Gun, direlease Desember 2019

Tambahan 22 Desember 2014:
2 hari yang lalu saya beli DryLok di Bandung bukan di Jakarta (sebenarnya nama catnya DryLok, bukan DryLock). Harga DryLok dimanapun ACE Hardware berada di Indonesia semua sama. Pertama-tama saya ke Baltos, ternyata DryLok-nya tidak komplit, padahal tokonya besar dan saya meminta untuk mengecek melalui komputer stok di toko ACE lainya, ternyata rupanya untuk cat DryLok sebagian sudah dipindahkan ke toko baru ACE di Dago dekat perempatan Sulanjana/Diponegoro ke arah selatan, padahal tokonya kecil, rupanya Baltos benar-benar sepi pengunjung. Harga-harga sudah pasti naik, karena keperkasaan US Dollar, tetapi yang mengejutkan adalah harga DryLok 1 liter (tepatnya 1 quart) Rp 135.000,-, sedangkan harga DryLok 1 gallon (tepatnya US gallon) yang isinya 4x yang 1 liter harganya naik menjadi Rp 369.000,-, sedangkan yang 2 gallon Rp 698.000,-. Tentu saja saya beli yang 1 gallon saja, karena kebutuhan cukup banyak, tetapi tak mau beli yang 2 gallon, karena setelah dibuka, tutupnya menjadi kurang rapat dan berarti tak bisa disimpan terlalu lama. Harga DryLok 1 liter yang aduhai (bayangkan kalau beli 4 kaleng), rupanya karena DryLok 1 liter banyak peminatnya dan artinya kebocoran yang terjadi cukup dicat yang diperkirakan bocor saja dan bukan semuanya dicat.

Tambahan 24 Desember 2014:
Setelah saya membaca brosur DryLok, saya baru tahu bagaimana cara kerja DryLok dan mengapa tidak mudah mengelupas serta ampuh betul waterproofnya. DryLok itu bisa masuk ke pori-pori semen termasuk retak rambut dan pada saat mengering DryLok tersebut mengembang, jadi mengunci dan mirip akar, sedangkan waterproofing lain hanya melapisi permukaan semen, tetapi pori-porinya dan retak rambutnya tetap berlubang dan begitu waterproofing tersebut mengelupas, maka air akan merembes melalui pori-pori dan retak rambut yang belum diisi apa-apa.

DryLok sebaiknya diaplikasikan pada dek yang kering, tetapi jika masih lembab tidak menjadi masalah, DryLok akan masuk ke pori-pori dan retak rambut sekaligus mengusir airnya ke luar (atas). Drylok cukup diaplikasikan 1 lapis cat saja dan jika sudah tidak bocor tidak perlu 2 lapis cat, walaupun 2 lapis cat tentunya lebih baik dan dicatkan secara tegak lurus antara lapis pertama dan lapis kedua. Terkadang retak rambutnya tampak memanjang dan untuk itu cukup dioleskan cat DryLok selebar 5 centimeter. Benar-benar irit kan!!!

Penjelasan foto: Saya terkadang mengupas dinding dalam yang bocor hingga ke plesterannya, karena sebagian plesteran dan aciannya sudah rapuh terkena bocoran. Kemudian plesteran yang tidak rata/licin itu diberi DryLok yang akan merekat dengan kuat pada bagian yang tidak rata tersebut, lebih boros daripada dilicinkan dahulu, tetapi lebih menjamin tidak bocor. Untuk finishing baru dilicinkan, tetapi jangan menggunakan plamur (plamur mengandung kapur yang dapat membuat DryLok mengelupas), lebih baik menggunakan acian, walaupun pengerjaannya lebih sulit.

Tambahan 19 Januari 2015:
Setelah DryLok diaplikasikan pada dek yang rembes, kadangkala masih terjadi rembesan untuk beberapa hari, bukan karena DryLoknya tidak berfungsi, tetapi karena di dalam beton masih terdapat sisa air. Yang perlu diperhatikan adalah apakah rembesan/tetesan airnya makin lama makin sedikit dari hari ke hari atau tidak. Jika akhirnya rembesan tersebut berhenti dan untuk waktu yang lama tidak rembes lagi, maka berarti DryLok tersebut walaupun baru diaplikasikan satu kali sudah berhasil, jika masih rembes juga maka DryLok perlu diaplikasikan untuk yang kedua kalinya dan jika perlu luas yang dicat perlu diperluas, karena ada kemungkinan tempat menetesnya air tidak sama dengan tempat air masuk, karena air dapat mengalir, walaupun di dalam beton, tetapi hal ini sangat jarang terjadi dan biasanya aplikasi DryLok satu kali saja sudah cukup. Benar-benar irit kan!!!


Tambahan 7 Pebruari 2015:
Biasanya pramuniaganya akan menawarkan produk yang lebih mahal untuk waterprofing, keduanya buatan Ames dengan harga yang sama Rp 499.000,- per gallonnya atau lebih mahal Rp 130,000 dari DryLok. Yang pertama adalah Strecth Extreme yang mampu melar hingga 750% dan katanya cocok untuk dak beton. Menurut saya melar hingga 750% adalah percuma, karena retak dengan lebar (bukan panjangnya lo!) 1 milimeter tak akan berlanjut menjadi retak dengan lebar 7,5 milimeter dan yang terpenting adalah cat waterproof tersebut hanya bersifat lapisan atau masuk ke-pori-pori seperti Drylok apa tidak? Ternyata buatan Ames ini, hanya bersifat lapisan, karena bisa melar sangat banyak. Juga tidak pernah diterangkan apakah tahan genangan air atau tidak. Yang kedua Blue Max, karena warnanya biru dan tidak ada warna lain, hanya cocok untuk pembuatan bak mandi darurat (bisa sampai kapasitas 2,5 meter kubik), keunggulannya bata atau bahan lain untuk membuat bak mandi darurat tersebut cukup diolesi Blue Max, maka Blue Max akan bersifat seperti lem yang waterproof, bahkan sesudah kering berbulan-bulanpun masih terasa agak lengket. Kemampuan melarnya bahkan sampai 800%. Menurut saya cat waterproof ini memang cocok untuk pembuatan bak mandi darurat, tetapi tidak cocok untuk dak beton, karena debu kemungkinan akan menempel semua dan akan sulit dibersihkan.

Sekarang ini sudah ada signage bahwa Blue Max tidak mempunyai Anti UV, sehingga untuk melapisi dak beton perlu dilapisi lagi oleh Anti UV. Blue Max juga tidak bisa seperti DryLok, karena Blue Max tidak dapat dipakai untuk melapisi dinding basement dimana terjadi tekanan dari dalam tembok/dinding basement. Oleh karena itu Blue Max harus diaplikasikan di bagian dalam bak mandi atau tangki dan bukan diluarnya.

Tambahan 10 Pebruari 2015:
Bisakah selain DryLok diaplikasikan di dinding luar dan dalam? Jawabnya jelas TIDAK!

Saya pernah mengaplikasikan Aquaproof di dinding dalam yang bocor, ternyata setelah beberapa waktu Aquaproof tersebut melembung, bukan kaya bisul, tetapi lebih tepatnya kaya orang hamil, berisi air. Walaupun Aquaproof tersebut cukup elastis, tetapi kalau sampai pecah tentunya sangat merepotkan. Aquaproof hanya melapisi dan tidak dapat menahan tekanan negatif (tekanan dari dalam), karena Aquaproof sama sekali tidak mencengkeram tembok yang dilapisinya. Sebaliknya DryLok mencengkeram tembok, karena pada saat pengeringan, DryLok yang masuk ke pori-pori tembok akan mengembang, jadi mirip Ficsher atau Dynabolt pada tembok.

Jadi hanya DryLok yang bisa menerima tekanan positif dan negatif, bisa untuk tembok luar dan dalam yang bocor/rembes.

Tambahan 22 Juni 2015:
Saat ini tidak tersedia DryLok 1 Liter/Quart. Yang ada DryLok Extreme 1 Liter/Quart seharga Rp 189.000. Sedangkan DryLok 1 Galon seharga Rp 459.000 dan DryLok Extreme 1 Galon seharga Rp. 529.000. Yang perlu diperhatikan dalam pembelian cat adalah kesegarannya. Pada cat yang sudah tidak segar, maka di bagian atas ketika tutup cat dibuka akan terdapat semacam lapisan minyak, jika dikocok akan bersatu kembali, tetapi jika didiamkan sehari, maka akan timbul semacam lapisan minyak kembali. Oleh karena itu penting untuk memperhatikan pembukaaan tutup kemasan cat pada saat akan dicampurkan warna. Jika terjadi hal semacam ini, maka batalkan pembelian. Sebenarnya itu bukan lapisan minyak, tetapi lebih menyerupai gel yang berfungsi sebagai pengikat dan jika diaplikasikan pada tembok/dak akan luntur oleh air. Hindari cat semacam ini, semua merek cat berpelarut air bisa mengalami hal semacam ini.

Tambahan 25 Juni 2015:
Ternyata di beberapa toko ACE Hardware masih terdapat (mungkin sisa) DryLok 1 Liter/Quart seharga Rp 149.000.

Tambahan 27 Juni 2015:
Sebelum saya memulai menulis artikel ini saya sudah lama menggunakan DryLok, dan telah mencoba beberapa DryLok satu Quart dan satu Gallon dengan bermacam-macam pewarnaan. Sekarang ini saya merasakan bahwa DryLok mutunya berkurang, setidak-tidaknya hasil catnya lebih kasar daripada waktu pertama kali saya beli dan menjadi lebih boros. Tentunya saya bisa dengan mudah membandingkan hal ini, karena hasil pertama kali saya mengecat juga masih ada. Hal ini bisa saja terjadi dengan berbagai kemungkinan, PERTAMA, untuk menekan harga bisa saja pasir silikanya ditambah, KEDUA, cat tersebut tidak laku dan sudah lama, sehingga terjadi penggumpalan-penggumpalan yang menyebabkan hasil cat lebih kasar, karena saya melihat telah terjadi pemisahan cat dengan larutan gelnya pada DryLok Extreme, sehingga saya tidak jadi menggunakan DryLok Extreme dan menggunakan DryLok saja, KETIGA, harga pewarnaan (tinting) semakin mahal, mungkin digunakan kualitas warna yang berbeda. Merek lain mengharuskan kita membayar untuk tinting yang dapat berbeda Rp 40.000 untuk satu gallonnya dengan warna yang berbeda. Sejauh ini saya melihat sifat waterproofnya masih dapat diandalkan, tetapi tidak tahu bagaimana daya tahannya, terutama terhadap tekanan negatip, harus menunggu musim hujan terlebih dahulu.

Tambahan 25 Agustus 2016:
Tidak seperti Maximum Stretch Extreme buatan Ames yang dapat diaplikasikan pada dak beton yang masih agak lembab, maka Pattex D150 tidak dapat diaplikasikan pada dak beton yang masih agak lembab, jika dipaksakan, maka setelah sebulan, maka Pattex D150 akan dapat dikelupas (bukan mengelupas sendiri), karena daya rekat Pattex D150 dengan dak beton hampir tidak ada. Berhubung Pattex D150 juga kental seperti pasta, sehingga sulit untuk diaplikasikan dan hasil cat selalu tebal (boros), maka saat ini saya sama sekali tidak menganjurkan penggunaan Pattex D150.

Tambahan 16 Maret 2017:
Tahu bahwa sekarang ada UltraDry buatan Propan yang konon katanya bisa seperti DryLok, maka semua DryLok didiskon 20 persen dan sekarang DryLok biasa ukuran satu quartz (1/4 galon Amerika) yang dulu jarang ada sekarang muncul kembali. Setelah harga DryLok didiskon, maka harga UltraDry 1 liter hanya lebih murah sedikit daripada DryLok. UltraDry ada yang berukuran 2.5 liter, sedangkan DryLok ada yang berukuran 1 galon Amerika. Dan DryLok ada 2 jenis, DryLok biasa dan DryLok Extreme. Saya belum berminat mencoba UltraDry, karena harganya hanya lebih murah sedikit daripada DryLok, sedangkan saya sudah memakai DryLok lebih dari 5 tahun dan hasilnya memuaskan, lagipula saya mudah mendapatkan DryLok. Buat mereka yang jauh dari Ace Hardware dimana DryLok dijual, bisa saja mencoba UltraDry, tetapi Produk-produk Propan jarang ditemui di semua tempat penjualan cat, hanya ada di tempat-tempat tertwentu, padahal kotanya adalah Jakarta, Bekasi dan Bandung. Buat yang sudah mencoba UltraDry boleh melaporkan hasilnya di sini. Cobalah UltraDry pada dak beton luar dan dalam, saya sudah mencobanya pada DryLok dan hasilnya memuaskan (tentunya pada tembok luar dan dalam juga pasti memuaskan).


Efflorescent yang berat!!! DryLok juga bisa gagal, sudah tiga kali dikrok dan dicat dengan DryLok, tetap gagal, setelah diteliti ternyata di belakang tembok ini terdapat tempat cuci piring tetangga yang mengandung sabun. Jadi kalau ada yang menyatakan DryLok tahan terhadap sabun, itu pasti BOHONG BESAR Sayang kasus ini tampaknya kurang gaduh dibandingkan Kasus Ahok, yang tiba-tiba melempem, setelah Ahok kalah. Selang di sebelah kanan bawah gambar, sebagai pembanding besarnya efflorcence dibandingkan keseluruhan -/+ 9 meter persegi dinding yang di DryLok.

Tambahan 20 Maret 2017:

Memenuhi janji saya untuk membahas HydroStop, maka saya memberanikan diri untuk mengulasnya , walaupun baru 2 setengah bulan diterapkan, karena di Bandung pada bulan Pebruari banyak hujan dan banyak mendungnya.. Saya mengujinya pada dak beton, karena dak beton itu ekstrem, jauh lebih ekstrem daripada tembok. Pada dak beton ada bagian yang cepat mengering dan ada bagian yang tergenang, dan bisa berhari-hari, sehingga kadang-kadang lumutan. Saya menguji DryLok dan Maximum Stretch juga pada dak beton. HydroStop ini buatan Inter Aneka Lestari Kimia yang juga membuat waterproofing, tetapi mungkin sekarang ini mulai tergerus market sharenya, apalagi sekarang semakin banyak merek waterproofing baru. HydroStop konon bisa seperti DryLok, tetapi sejak semula sudah ragu, karena HydroStop itu bubuk, sedangkan DryLok itu kan larutan. Apa bisa bubuk yang dilarutkan, bisa setara dengan larutan buatan pabrik. Mengikuti petunjuk campuran airnya, maka akn didapatkan campuran yang agak kental, sehingga sulit untuk diaplikasikan sebagai acian. Acian akan tidak rata dan tebal. Jika diencerkan, maka akan timbul retak-retak rambut pada HydroStop. Saya sama sekali tidak menganjurkan HydroStop sebagai pengganti DryLok. HydroStop jangan dipakai untuk dak beton, maupun dinding dalam. Untuk dinding luar boleh dicoba sendiri. Mau dibiarkan expose, silakan, kalau berani. Harga Hydrostop di Mitra 10 Rp 16,000 per 2Kg, di diskon jadi Rp 14 ribuan, sedangkan di BJ Home Bandung Rp 18,000,- Memakai campuran air sesuai petunjuk, hanya akan didapatkan 0,6 - 0,8 meter persegi HydroStop. Jadi untuk acian 8 meter persegi butuh 10 bungkus HydroStop atau setidaknya Rp 140,000. Saya lebih memilih acian semen PC biasa dan kemudian di waterproofing dengan Ultraproof pada dinding luar. Daya lekat HydroStop hanya sedikit lebih baik daripada semen PC biasa pada beton lama yang tak dikikis dulu.

BARU: http://allsarwa.blogspot.co.id/2016/06/vaksin-tak-palsu-di-biofarma.html dimana sebaiknya, melakukan vaksinasi.


CATATAN:
Artikel di atas banyak pembacanya, mungkin anda juga tertarik membaca:
* Tentang memilih/membuat air minum yang murah:
http://allsarwa.blogspot.com/2010/11/air-minum-sehat-murah-pureit-rp-100-per.html
* Tentang memilih aki yang baik dan murah:
http://mobil-timor.blogspot.com/2010/06/accu-awet-tahan-lama-sejak-beli.html
* Tentang Lampu LED 7 Watt paling murah:
http://allsarwa.blogspot.com/2015/01/lampu-led-murah-rp-25000.html
* Tentang Negara Bangsa Indonesia:
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2010/06/kawin-campur-choky-sitohang-menjaga.html

* Sehubungan dengan ACE Hardware:
http://allsarwa.blogspot.com/2015/05/hati-hati-barang-ditukar-di-living-plaza.html

Senin, 08 November 2010

Air Minum Sehat Murah PureIt Rp 100 per Liter

Akhir Oktober 2010 saya pergi ke Makro atau Lotte Mart dan bersyukur ada penjualan pemurni air Pure It buatan Unilever seharga Rp. 499.000,- sudah termasuk PPN. Saya membelinya, karena murah dan nama besar Unilever serta tak perlu listrik atau gas.

Tadinya saya pikir alat pembuat air minum sehat murah ini hanya menggunakan filter, tetapi setelah membaca buku Panduan Penggunaan ternyata menggunakan filter-filter dan Chlorine sebagai pembunuh kuman (bakteri dan virus). Jadi mirip Air PAM dan telah lulus uji Environtmental Protection Agency (EPA) dari Amerika Serikat tentang menghilangkan bakteri dan virus berbahaya. Tentunya Unilever tak akan membahayakan konsumennya.

Air yang hendak digunakan sebaiknya air yang jernih, misalnya air PAM, Air Tanah/Sumur dan tentunya juga Air Hujan bahkan Air Payau-pun, jika terpaksa dapat digunakan walaupun tidak menghilangkan sepenuhnya rasa asin dan tentunya mempersingkat umur filter cs.

Saringan yang pertama adalah Saringan Serat Mikro untuk menyaring kotoran yang terlihat, misalnya pasir.
Saringan kedua adalah Filter Karbon Aktif untuk menghilangkan parasit dan pestisida berbahaya.
Tahap ketiga adalah Prosesor Pembunuh Kuman untuk menghilangkan bakteri dan virus berbahaya yang tidak terlihat. Prosesor ini menggunakan Chlor dan berbau cukup menyengat, kalau kita mendekatkan hidung kita ke processor. Hal ini tak diterangkan oleh pramuniaganya, karena mungkin diperkirakan konsumen akan takut, padahal semua Air PAM pasti menggunakan Chlor dan kadang-kadang bau itu masih ada.
Tahap keempat disebut Penjernih yang sebenarnya berfungsi sebagai penghilang bau klor dan memang air yang siap minum itu sama sekali tidak berbau apa-apa dan rasanya yaa seperti air minum biasa.

Pada Sertifikat Uji Kelayakan yang ada pada pramuniaga saya lihat bahwa kemampuan alat ini untuk menghilangkan Zat Besi (Fe) sangat minim, sehingga alat ini tak cocok untuk air yang membuat bak mandi kita merah atau coklat.
Pada buku Panduan Penggunaan halaman 19 nomor 11.12 dinyatakan bahwa alat ini tidak menghilangkan sepenuhnya Kalsium (Ca), Magnesium (Mg) dan Sodium/Natrium (Na). Berati alat pemurni air ini juga tidak cocok untuk Air Sadah atau air yang membuat sabun sulit/tidak berbusa.

Sebelum merakit alat ini (sangat mudah) sebaiknya membaca terlebih dahulu Panduan Singkat Penggunaan.
Wadah Transparan mulutnya ditutup plastik. Buka dan langsung rakit, jangan dicuci apalagi pakai sabun (anti sabun).
Pramuniaganya menyatakan Wadah Transparan berkapasitas 9 liter dan Wadah Atas juga berkapasitas 9 liter. Tidak Salah! Tetapi jika Wadah Transparan telah penuh terisi air, maka Wadah Atas harus sudah kosong, kalau tidak air akan meluap dari Wadah Transparan. Jadi kapasitas tampung alat pemurni air ini yaa 9 liter saja.
Untuk pemakaian pertama kali, semua air dari Wadah Transparan dibuang melalui keran dan selanjutnya air yang keluar yaa boleh langsung diminum.
Alat pemurni air ini tak boleh menggunakan air panas atau air es.

M U R A H !!!
Komponen Filter Karbon Aktif, Prosesor Pembunuh Kuman dan Penjernih memiliki masa pakai pemurnian 1500 liter air dan habisnya masa pakai ditunjukkan oleh indikator.
Pembelian komponen-komponen di atas secara paket (tidak bisa dibeli terpisah-pisah) seharga Rp. 150.000,-.
Artinya Air Minum Sehat ini per liternya cuma Rp. 100 saja (Rp. 150.000,- untuk 1500 liter air). Jauh lebih hemat daripada Air Minum Isi Ulang yang per galon 18 liter seharga Rp. 4500 (Rp. 250 per liter) atau mungkin lebih murah sedikit daripada merebus/mendidihkan air.

Kecepatan pemurnian air yang saya dapatkan (menggunakan air sumur pompa) adalah 100 ml/menit atau 6 liter/jam. Sedangkan menurut buku Panduan Penggunaan pada halaman 18 butir 11.3. alat pemurni air Pureit ini memiliki waktu rata-rata pemurnian yang bergantung pada kualitas air yang dimurnikan dan masa pakai processor, yakni antara 30-150 ml/menit atau antara 1,8-9,0 liter/jam.
Jadi jika digunakan untuk kantor, maka satu Pureit bisa memenuhi kebutuhan air minum antara 10-50 karyawan dan untuk penggunaan satu keluarga tentunya sangat berlimpah!!!

Di tahun 2016 ini, maka PureIt saya pensiunkan, setelah berbulan-bulan menganggur, bukan karena rusak, teapi saya tidak sabar dengan keluarnya air PureIt melalui keran yang menurut saya (sangat) kecil. Hal ini sudah saya tulis pada Update-1 25 Nopember 2011 di bawah ini. Sekarang ini saya memakai Forbes seharga Rp 799.000 (bonus 1 cartridge isi ulang), beli di Mitra10  yang saya rasakan jauh lebih praktis daripada PureIt dan tentunya cartridge isi ulang Forbes juga lebih murah daripada PureIt. Sebelumnya saya sudah pernah menulis tentang Forbes di: https://allsarwa.blogspot.co.id/2014/11/forbes-mirip-reverse-osmosis-portabel.html?showComment=1464612226333#c480453874668115099 

Tambahan 6 Desember 2010:
Sudah 7 pekan saya menggunakan dan meminum air Pureit. Selama ini tak ada keluhan apa-apa dan saya kagum akan kejernihan air minum hasil olahan Pureit, rasanya Aqua kalah bening deh (Maklum Aqua kan Jadoel, sedangkan Pureit kan Gadis Belia jadi Lebih Bening - Hehehe).
Satu-satunya yang mungkin menjadi keluhan/kendala adalah mindset (piktor) kita, yaitu masa iya air mentah cuma dituang doang lalu hasilnya bisa langsung diminum. Jadi secara guyon dapat dikatakan bahwa air hasil olahan Pureit itu memang benar-benar Sehat dan Bersih, kalau pikiran kita juga Sehat dan Bersih, sebaliknya air tersebut seolah-olah kotor, kalau pikiran kita juga kotor (PIKTOR gitu lo!). Hal ini mirip dengan orang Indonesia yang baru pertama kali ke Amerika Serikat dan minum langsung dari keran PAM, maka mungkin rada-rada takut dan geli.

Update-1 25 Nopember 2011
Setelah lebih dari setahun menggunakan PureIt terus menerus, maka saya dapat menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut:
* Tampaknya kualitas Processor ber-chlor bawaan pabrik lebih baik dari isi ulangnya. Isi ulangnya lebih cepat habis (sudah menggunakan isi ulang yang ke-3). Ini juga tercium dari processornya, yang bawaan lebih berbau menyengat dari yang isi ulangnya.
* Keran PureIt keluarnya kecil, kurang lebih cuma setengah debit dispenser, tetapi memang tidak pernah menetes kalau digunakan. Jika mengisi segelas air, maka tidak terlalu terasa perbedaannya, tetapi jika mengisi Jug berkapasitas 1 liter saja, maka terasa betul lamanya, apalagi kalau isi PureIt sudah kurang dari setengah.
* Repot mengisi ulang PureIt, karena mulut Saringan Serat Mikro letaknya di atas dan cepat tidak lancar (bludak), walaupun saringan sering dibersihkan. Cara termudah membersihkan saringan PureIt yaitu dengan 'backwash', tempelkan bagian luar saringan pada mulut keran dan geser-geser sampai tampak putih kalau diterawang di lampu.
* Repot mengganti Germkill kit (kit isi ulang), terutama bagian penjernih yang sebenarnya adalah penghilang bau klor (sudah saya coba dengan air yang sedikit berbau dan ternyata baunya memang hilang, karena ada Carbon-active nya kan). Bentuk bagian yang di bawah ini cukup besar, sehingga yang tangannya kecil akan kesulitan mengantinya. Cara termudah yaitu jepit dengan paha itu alat dan buka pakai dua tangan, tetapi kalau paha anda lebih bermanfaat untuk menjepit yang lain, maka minta bantuan orang lain untuk memegang alatnya, jadi perlu 2 orang.
* Tutup processor yang ada indikator penggunaannya, kaitannya rapuh. Setelah PureIt digunakan setahun, maka ketika dibuka, kaitannya patah dan kaitan putih tersebut ternyata sangat rapuh setelah saya teliti dan pegang-pegang, mungkin bahannya tidak tahan uap klor. Saya sudah membawanya ke Sales Girl yang menjual dan katanya gak pakai itu juga gak apa-apa kan masih berfungsi PureItnya. Konyol! Yaa udah tahu dong. Tapi ini kan ibarat mobil kagak pakai bumper. Kalau mau katanya hubungi saja Suara Konsumen Unilever. Dari Sales Girl saya juga tahu alat ini dirancang untuk pemakaian 5 tahun, entah apa kalau sudah 5 tahun apa brodoli/rontok. Yang saya kuatir alatnya murah, tetapi makin lama kualitas fast-moving partsnya (Germkill Kit) makin jelek dan harganya makin mahal dan slow-moving partnya tidak tersedia, misalnya kalau kerannya patah atau mulai menetes, kalau dispenser kan kerannya banyak yang jual.
* KESIMPULAN: Kalau dibandingkan Aqua, alat ini jelas lebih murah dan Aqua market sharenya juga turun terus tergerus Air Minum Isi Ulang dan hal ini sesuai dengan Ilmu Biaya dimana kalau Bahan Tambang, misalnya emas yaa yang didistribusikan konsentratnya, tetapi kalau Air menjadi Air yang berkualitasnya lebih baik dimana volumenya tidak berubah banyak yaa yang processingnya paling dekat konsumen yang paling menguntungkan, apalagi biaya distribusi makin mahal. Jika PureIt dibandingkan dengan Air Minum Isi Ulang, maka sebaiknya pikir-pikir dulu, karena PureIt pasti lebih repot dan selisih harganya mungkin sangat kecil (Silakan Berhitung). Dugaan saya , kelak Aqua dan sejenisnya akan membuat Counter Air Minum Isi Ulang dengan harga yang sedikit lebih mahal daripada counter Air Minum Isi Ulang yang kini sudah ada, mungkin dengan sistem franchise.

Selanjutnya, Silakan tunggu Demineralisai Water untuk menjawab Komentar di bawah ini.

Sebelum anda membeli PureIt, sebaiknya anda membaca dahulu saingan PureIt: http://allsarwa.blogspot.com/2014/11/forbes-mirip-reverse-osmosis-portabel.html

Tambahan 10 Juni 2015:
Saat ini PureIt dijual lebih dari Rp 750.000 atau lebih dari 1,5 kali lebih mahal dari ketika pertama kali keluar, tentu saja perhitungan di atas perlu dihitung kembali. Tetapi saran saya, jika anda keluarga besar beli saja Air Minum Isi Ulang atau Forbes, karena Forbes dapat memberikan lebih banyak air minum per jamnya. Dan pertimbangkan PureIt atau Forbes, jika anda sendirian. Demikian juga jika anda senang minum kopi atau teh panas, maka PureIt samasekali tidak cocok.

Tambahan 15 Juni 2015:
PureIt Marvella menggunakan listrik untuk menghasilkan UV dan harganya kalau belum naik Rp 2.250.000,- Pada brosur/leaflet tentang PureIt Marvella tertera 'Penghematan PureIt Marvella' yang saya pikir perlu ditinjau kembali, karena sama sekali tidak menghitung pembelian PureIt Marvella atau Fixed Costnya. Unilever sebagai perusahaan yang besar tentu tahu betul apa itu Fixed Cost. Saya tidak tahu masa garansi PureIt Marvella, tetapi katakanlah PureIt Marvella tahan 5 tahun, walaupun mungkin bisa lebih, maka selama 5 tahun itu sparepart apa saja yang perlu diganti dan berapa biayanya, misalnya generator UV mati. Hanya dengan menghitung harga pembeliannya, maka dalam 5 tahun akan dipakai sebanyak 5 x 365 x 10 = 18250 liter air (sesuai dengan brosur, yaitu 10 liter per hari). Atau per liternya adalah 2250000/18250= Rp 123 Jadi harga per liter PureIt Marvella sesuai brosur Rp 133 harus ditambah Rp 123 menjadi Rp 256/liter, tidak termasuk biaya listrik. Diklaim satu GKK PureIt dapat menghasilkan 3000 liter air, tetapi hampir semua klaim itu tidak pernah tercapai dalam kenyataan, karena klaim dibuat dengan kondisi-kondisi tertentu. Jadi kalau klaim tidak terpenuhi, maka harga per liter airnya menjadi lebih mahal lagi.

Senin, 02 Agustus 2010

Alkaline Battery vs NiMH Rechargeable vs Eneloop

Baterai Alkaline mudah dijumpai di mana-mana dan mempunyai self discharge yang kecil yakni kurang dari 0.3%/bulan, karenanya banyak yang mengatakan awet. Ini tentunya orang yang penggunaan baterainya sangat sedikit. Katakanlah pemakaiannya hanya 2 pcs/biji per 2 bulan.

Baterai NiMH Rechargeable memiliki kelemahan, yakni Self Discharge-nya relatif besar hingga mencapai 20%/bulan, karenanya cocok buat orang yang pemakaian baterainya sedikitnya 4 pcs/biji per bulan, misalnya untuk Flash atau Shaver.

NiMH Rechargeable vs Eneloop
Eneloop adalah merek dagang dari Sanyo untuk Baterai NiMH Rechargeable Slow Self Discharge. Self Discharge Eneloop hampir mirip dengan Baterai Alkaline.
Tetapi saya menilai pemakaian Eneloop saat ini belum menguntungkan, karena Eneloop yang beredar di pasaran hanya sampai 2000 mAH dan harganya lebih mahal daripada Baterai Sanyo NiMH Rechargeable 2700 mAH. Jika Baterai NiMH Rechargeable 2700 mAH setelah di-charge tidak dipakai hingga sebulan, maka daya yang tersisa menjadi hanya 2160 mAH (karena kehilangan daya akibat Self Discharge). Ini berarti masih lebih tinggi daripada Eneloop yang hanya maksimum 2000 mAH. Jadi buat apa beli Eneloop, walaupun pedagang banyak yang menganjurkan pemakaian Eneloop. Pedagang selalu menganjurkan yang lebih mahal, karena untungnya lebih besar.

Sanyo, Sony, Energizer dan Maha Powerex
Yang umum di pasaran yakni Sanyo dan Sony, walaupun ada yang mengatakan mereka banyak yang palsu. Energizer sekarang juga mulai banyak, tetapi selain mAH-nya kecil, harganya juga mahal. ABC juga mulai mengeluarkan Charger dan Baterai NiMH Rechargeable, tetapi harganya malah lebih mahal daripada Energizer. Rupanya dengan semakin maraknya Baterai NiMH Rechargeable, maka ABC rupanya takut juga Pasar Baterai Konvensionalnya tergerus. Maha Powerex biasanya dijumpai di toko Photo dan harganya paling mahal.
Saya pilih Sanyo saja, karena harganya paling murah dan Charger-nya paling beragam.

Sanyo Eco Charger vs Quick Charger vs Refresh
Sanyo Eco Charger waktu untuk men-charge baterai mencapai 8-13 jam, jadi tidak saya pilih, walaupun paling murah.
Sanyo Quick Charger waktu untuk men-charge baterai berkisar antara 35 menit hingga 305 menit.
Sanyo Quick Charge dengan Fasilitas Refresh juga tidak saya pilih, karena Fasilitas Refresh lebih berguna untuk Baterai NiCd/NiCad sehubungan dengan 'Memory Effect', yakni baterai dikosongkan dulu sebelum di-charge agar dapat di-charge penuh. Padahal Pelarangan Pemakaian Baterai NiCd/NiCad telah didukung oleh Parlemen Eropa, karena Cadmium adalah logam berat/beracun. Memory Effect pada Baterai NiMH sangat kecil dan jika perlu setelah peng-charge-an 10x baterai dapat dikosongkan terlebih dulu dengan digunakan sebagai senter, baru kemudian di-charge.

Sanyo Quick Charger NC-MQR02N 2700 mAH
Beberapa spesifikasi mengenai Charger ini yang perlu diketahui adalah:
Voltage: AC 100-240 Volt
Output: 1275mA x 2 atau 565 mA x 4
Dual Channel
Lampu LED akan mati, kalau Charge telah usai
Dapat men-charge juga baterai Eneloop
Dapat men-charge hanya 1 buah baterai (maksimum 4 buah baterai)
Dapat sekaligus men-charge baterai AA dan AAA
Menurut Sanyo, Baterai dapat diisi ulang hingga maksimum 500 kali dan konon jika menggunakan Slow Charger atau Eco Charger, Baterai dapat diisi ulang hingga maksimum 1000x. Tetapi saya tetap menganjurkan untuk menggunakan Quick Charger mengingat melakukan isi ulang 10-20 kali saja sudah balik modal dibandingkan menggunakan Baterai Alkaline.
Ada juga Quick/Rapid Charger yang hanya membutuhkan waktu isi ulang 15-30 menit saja, tetapi bagaimana dengan ketahanan baterainya?
Dengan harga yang masih mahal telah ada pula Baterai NiMH Rechargeable AA 3800 mAH. Tetapi sekarang ini saya memilih yang 2700 mAH saja mengingat bahwa diperkirakan hingga beberapa tahun ke depan Baterai Berkapasitas 2700 mAH masih akan banyak beredar (mendominasi). Baterai Eneloop-pun suatu saat akan mencapai kapasitas 2700 mAH dan pada saat itu Eneloop sudah murah dan saatnya untuk dibeli.

Memenuhi Spesifikasi. Palsu atau Tidak?
Yang Menarik Charger yang saya beli jelas-jelas tercantum/tertera buatan Cina sedangkan Baterainya buatan Jepang padahal dibeli dalam satu paket/kemasan. Rupanya Sanyo takut, kalau Baterainya dibuat di Cina nanti Formula Kimianya dibajak/ditiru.
Charger yang telah saya beli dilengkapi dengan 4 buah baterai, tetapi saya sengaja mencoba men-charge masing-masing 2 buah baterai sekaligus saja dan mencatat hasilnya. Lama peng-charge-an adalah 142 menit dan 147 menit sedangkan menurut Leaflet Sanyo seharusnya 135 menit. Selisih yang terjadi saya perkirakan, karena Voltage PLN. Sebelum peng-charge-an telah saya ukur ke-4 baterai tersebut dan semuanya menunjukkan 0.01A dan dapat dikatakan Nol atau Kosong Total. Setelah peng-charge-an hasilnya berkisar antara 2.12-2.25A (Harap bedakan antara A dan mAH).
Dengan mengetahui Selisih Waktu Peng-charge-an antara Leaflet Sanyo dengan Sebenarnya yang hanya sedikit, kita dapat menyimpulkan Charger dan Baterainya adalah Barang Baik.

Beli melalui WEB atau jangan?
Tadinya saya perkirakan yang tercantum di WEB Indonesia harganya paling murah, ternyata itu hanya 'gimmick' atau iming-iming belaka. Banyak yang barangnya tidak ada atau katanya lagi kosong.
Berbekal data harga dari Internet saya ke Mal Mangga Dua dan menemukan satu toko kecil dan sempit bernama Micro Media (tak ada dalam internet) dan memberikan harga paling murah. Baterai Sanyo isi 2 buah di Internet yang paling murah Rp.55Ribu, tetapi di tempat ini hanya Rp.45Ribu. Saya katakan saya mau keliling dulu dan saya sambangi 4 toko photo yang besar dan mewah di Mal tersebut yang tercantum dalam http://bursa.fotografer.net/ dan ternyata harga-harga Chargernya lebih mahal Rp.50Ribu dibandingkan di Micro Media. Apa yang tercantum di Internet dan tampaknya murah ternyata hanya untuk sedikit barang yang tertera dalam Internet saja, sedangkan barang yang lainnya harganya Minta Ampun.
Saya kembali ke Micro Media dan penjualnya berkata, kalau di toko photo pasti lebih mahal, karena mereka ngambil dari kita. Alhasil saya membeli Sanyo Quick Charger NC-MQR02N include 4 buah Baterainya berkapasitas 2700 mAH seharga Rp.190.000,-.
Letak Micro Media kurang strategis, pandangan terhalang oleh tangga berjalan, berada di Lantai 4 No. 2C, seberang Yogya Dept. Store. Telp. 601.6579 & 612.8862.
Jika rekan sekalian memiliki info, boleh sharing atau hubungi:
gsarwa@indosat.net.id

Tambahan:
Setelah pemakaian berbulan-bulan, maka saya kagum betapa Galak dan Dahsyatnya Baterai Sanyo NiMH Rechargeable 2700 mAH (BUKAN Eneloop 2000 mAH lo!)

Rabu, 10 Maret 2010

Obat Tetes Air Mata Buatan dan Glaucoma (Update: End of October 2019)

Obat Tetes Air Mata Buatan ada 2 (dua) macam kemasan:

Obat Tetes Air Mata Buatan Steril kemasan 0,6 ml, kira-kira bisa untuk 10 tetes (cukup 1 tetes per mata, jangan 2 tetes. Pemborosan! Bagaimana kalau sampai meluber? Meluber berarti mata sudah cukup basah, jadi jangan ditambahi 1 tetes lagi).
Maksudnya Steril adalah Tanpa Pengawet dan dikemas kecil-kecil @ 0,6 ml, supaya 1 atau 2 hari sudah habis. Dipakai untuk mata yang sudah teriritasi (Panas atau Perih atau Gatal) dan kalau sudah tidak iritasi bisa menggunakan Obat Tetes Air Mata Buatan Botolan.
Paling Murah merek Cendo Lyteers (buatan RS Mata terbaik di Bandung, Indonesia dan Asia Tenggara). Harganya -/+ Rp. 20.000,- untuk strip isi 5 @ 0,6 ml.

Obat Tetes Air Mata Buatan Botolan sebenarnya Steril juga, ketika dikemas di pabrik. Karena isi botol cukup banyak, maka isinya tidak akan habis dalam 1 atau 2 hari dan karenanya diberi Pengawet. Walaupun telah diberi Pengawet, isi botol hendaknya dihabiskan dalam waktu 1 (satu) bulan, setelah tutup dibuka.
Untuk penggunaan terus menerus gunakan yang Botolan saja (bila mata tidak iritasi). Sehari 3X sampai 4X biasanya sudah cukup. Jika merasa kurang tentunya frekuensi penetesan dapat ditambah dan bukannya menambah jumlah tetesnya tiap kali dilakukan penetesan. Jadi melakukan penetesan 6X 1 tetes jauh lebih baik daripada 3X 2 tetes.
Dalam melakukan penetesan jangan telat-telat sampai mata perih (sudah mulai teriritasi kembali) yang mengharuskan kita untuk sementara memakai yang Steril lagi (0,6 ml atau 2X 0,6 ml sudah cukup).
Paling Murah merek Rohto Tears (lisensi Jepang) Rp. 8.190,- untuk 10 ml di Giant Department Store. Berturut-turut dengan harga yang relatif sama, tetapi dengan volume yang lebih sedikit adalah Insto Moist (7,5 ml) dan Visine Tears (6,0 ml).
Bagi yang memakai Contact Lens harus konsultasi dengan Dokter Mata terlebih dahulu, karena Pengawet Benzalkonium Chloride dan pengawet lainnya dapat mengendap pada contact lens.

Jangan menggunakan Obat Tetes Mata untuk Mata Merah sebagai Pelumas Pengganti Air Mata Buatan, karena Obat Tetes Mata untuk Mata Merah bekerja menyempitkan pembuluh darah mata, sehingga mata merah menjadi terlihat putih. Penggunaan terus menerus dapat mengakibatkan mata kekurangan Oksigen.
Mata Kering sebenarnya Mata Sehat hanya Kurang Pelumas.

Ciri-ciri Mata Kering adalah Panas atau Perih atau Gatal berkelanjutan untuk jangka waktu 1 (satu) bulan atau lebih terus menerus muncul tidak muncul tidak, apalagi jika sudah muncul pada pagi hari padahal belum banyak membaca misalnya. Umur 50 tahun ke atas dapat dicurigai mengalami mata kering. Dapat muncul lebih dini bagi pengguna contact lens dan mereka yang terus menerus terpapar AC. Diagnosa yang pasti hanya oleh Dokter Mata.
Mata dapat juga terasa Panas atau Perih, jika bulu mata salah tumbuh masuk ke dalam mengilik-ngilik mata. Kasus ini juga harus dibenahi oleh Dokter Mata. Bulu Mata tidak boleh dicabut, tetapi hanya boleh dibakar oleh Dokter Mata.
Mata terasa berair sebelah juga bisa disebabkan oleh mata kering. Lo kok bisa??? Terasa berair bukan berarti berair. Itu perasaan kita saja. Karena mata kering, maka mata berusaha mengeluarkan lebih banyak air mata dan hal ini yang menyebabkan mata terasa berair; Kalaulah benar air matanya keluar, maka komposisi air mata tersebut sudah tidak tepat lagi, karena dipaksa keluar padahal produksi sudah tidak sempurna. Perlu penambahan Air Mata Buatan. Tetapi mengapa yang terasa hanya sebelah? Sebenarnya dan biasanya kedua bola mata telah mulai kering, hanya saja salah satu dapat lebih parah dari yang lainnya dan bola mata yang lebih sensitiflah yang biasanya merasakan duluan. Jadi penambahan Air Mata Buatan harus pada kedua belah mata sekaligus.

Sejauh ini tidak ada hubungan yang significant antara Glaucoma dengan ObatTetes Air Mata Buatan Berpengawet, kecuali kita adalah Glaucoma Suspect. Senyawa Borat diperkirakan berpengaruh pada Glaucoma Suspect, karenanya pencuci mata Boorwater (senyawa Borat) sekarang ini juga sudah tidak digunakan lagi.
Glaucoma Suspect: Jika di antara keluarga sedarah ada yang terkena Glaucoma, maka kita harus rutin memeriksakan tensi/tekanan bola mata kita setidaknya setahun sekali. Adik atau Kakak Kandung yang terkena Glaucoma harus membuat kita lebih waspada dibandingkan misalnya salah satu orang tua kita yang terkena Glaucoma (resesif).
Hereditas atau Keturunan mempengaruhi bentuk bola mata kita dan mungkin juga Glaucoma.

Tambahan:
Setelah berbulan-bulan saya dapat menyimpulkan bahwa:
Visine Tears paling jelek menetesnya. Ingin satu tetes saja bisa menetes sampai dua tetes (Pemborosan).
Insto Moist paling baik menetesnya. Menetes dengan baik dan tetesannya kecil/sedikit.
Kalau menggunakan Visine Tears dan Insto Moist kadang-kadang masih sering perih.
Yang Paling Nyaman Rohto Tears dan hingga sekarang tidak pernah merasa perih. Tetesan Rohto Tears juga cukup baik, walaupun tidak sekecil/sesedikit Insto Moist.

Update-1 25 Nopember 2011:
Sudah lebih dari 2 tahun saya terus menerus menggunakan Rohto Tears dan sudah 2 kali saya ke dokter mata (setahun sekali) untuk kontrol Dioptri dan kemungkinan adanya Katarak. Selama ini tidak ada keluhan apalagi sampai ketergantungan terhadap pemakaian Obat Tetes Air Mata Buatan Botolan (Ini kan bukan Narkoba). Penggunaannya yaa memang harus terus menerus, kan produksi Air matanya sudah berkurang. Hal ini ibarat Air Ludah yang makin sedikit dan makin kental pada orang yang semakin tua, karenanya yaa perlu kontrol setengah tahun sekali untuk dibersihkan Karangnya. Jadi jangan tunggu sampai sakit gigi atau goyah semua lalu ompong, baru ke dokter.

Saya membeli Rohto Tears sekaligus 12 botol (1 lusin) Rp.78.000,- atau kalau diecer Rp.7.500,- per botol.

Update-2 28 Maret 2016:
Sudah beberapa bulan Rohto Tears tidak ada di pasaran dan Visine Tears lebih dulu menghilang. Saat ini Insto Moist dijual Rp 11.500,- di Superindo, sedangkan Cendo Lyteers dijual di apotik dekat rumah seharga Rp 29.700,-. Botol Insto Moist yang kecil 7,5 ml enak untuk dibawa-bawa, walaupun untuk membuka tutupnya yang tersegel untuk pertama kali cukup sulit, karena tutupnya licin dan berbentuk kerucut. Cendo Lyteers isinya 15ml atau 2x lipat isi Insto Moist. Tetesan Insto Moist kecil saja dan cukup untuk 2 jam, sedangkan tetesan Cendo Lyteers cukup besar/banyak dan cukup untuk 3 jam dan berasa agak kental. Insto Moist tentunya lebih efisien daripada Cendo Lyteers, tetapi jika Insto Moist tidak dijumpai tentunya dapat menggunakan Cendo Lyteers.

Update-3 Akhir Oktober 2019:
Promo di Superindo, Insto Dry Eyes (dahulu Insto Moist) Rp 14.925 menjadi Rp 13.450, Rohto Dryfresh (dahulu Rohto Tears) Rp 19,000 menjadi Rp 15,200. Catatan Visine Tears memang benar2 sudah didiscontinue, Rohto Dryfresh sekarang botolnya mengecil menjadi hanya terisi 7ml. Sedangkan harga Cendo Lyteers di apotik dekat rumah adalah Rp 36.000. Maka sekarang ini saya hanya membeli Cendo Lyteers dan Insto Dry Eyes.

Update-4 Nopember 2019:
Saya beli Cendo Lyters di Apotek Generik sekitar Rp 34,000. Jika uang/budget anda mencukupi, maka gunakan saja Cendo Lyters, terutama baru bangun tidur. Tetapi menggunakan Cendo Lyteers dan tambahan Insto Dry Eyes juga ok.

Catatan:
Jika anda menyukai artikel kesehatan, mungkin artikel saya ini juga dapat menambah pengetahuan anda http://allsarwa.blogspot.com/2014/01/tumor-marker-murah-nyaman.html dan http://allsarwa.blogspot.com/2015/02/sinusitis-perlu-tes-alergi-murah.html