Senin, 09 Desember 2019

Waterproofing dengan Zoom Spray Gun

Yang banyak diiklankan untuk Zoom Spray Gun adalah merek Mollar. Saya beli merek Nankai, karena lebih murah, sedang bentuk sama persis, semuanya kan buatan China dan saling contoh mencontoh satu sama lain. Kecewanya ditayangkan memiliki panjang selang flexible 1,5 meter dan di dusnya juga tertera 1,5 meter, tetapi panjangnya ternyata hanya 1,1 meter. Dengan panjang selang flexible hanya 1,1 meter, maka untuk mengecat setinggi dada saja tidak bisa, jika alat diletakan di lantai, jadi harus digendong terus. Lain kali kalau mau beli apapun mereknya tanya dulu apakah panjang selangnya memang 1,5 meter!

Percobaan pertama menggunakan waterproofing Teraproof, karena Teraproof dapat ditambah air hingga 40 persen, tentunya dengan konsekuensi kualitas menurun dengan semakin banyaknya air. Karena saya lihat Teraproof sudah cukup cair, maka langsung saya gunakan, ternyata tidak ada cat yang menyembur. Dengan terpaksa bongkar nozzle dan bersihkan, demikian juga untuk selang yang masuk ke tangki cat. Cat ditambah air dan dikocek pakai obeng. Cat bisa menyembur, tetapi kadang2 berhenti menyembur, tenang saja, kocok atau lebih tepat goyangkan alat ke kiri dan ke kanan agar sumbatan lepas, maka akan menyembur lagi. Bagaimanapun waterproofing memiliki gumpalan2.

Tapi siapa bilang Waterproofing menggunakan Spray Gun tidak bisa.

Kesimpulan pertama saya adalah Spray Gun sangat berguna untuk mengecat tempat yang tidak rata atau sulit dicat, misalnya wuwung. Mengecat wuwung menggunakan kuas akan lama dan menggunakan rol mustahil bisa. Kesimpulan lainnya yaa tunggu percobaan selanjutnya dari saya.

Satu hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan Spray Gun dan Waterproofing adalah jangan ditinggal BAK atau misalnya mengisi ulang tangki cat. Nozzle akan buntu. Jadi kalau mau interupsi, lepas nozzlenya dan rendam dalam air, demikian pula selang yang masuk ke tangki juga harus direndam dalam air.




Gergaji Dahan Tree Pruner Sellery 66-275 tidak banyak membantu

Saya beli merek Sellery agar terjamin kualitasnya.

Ternyata ada beberapa kelemahan dari alat ini dan saya memberikan ulasan pada penjualnya sebagai berikut:
  • Hanya sanggup memotong dahan hidup diameter 1,5cm dan kalau dahan kering hanya sanggup diameter 1cm.
  • Tali bakal putus duluan, karena sering keluar rel dan bergesekan dengan bagian besi alat ini.
Alat ini hanya cocok untuk merapikan bagian atas pohon, dimana ranting2nya masih kecil2, tapi tentunya harus menambah gagang dulu sebagai pemanjang. Saya menggunakan gagang sapu dari kayu. Yang dimasukkan ke alat ini bagian cantolan plastiknya dan bukan bagian ulir, jadi dibalik. Ternyata setelah digunakan beberapa saat, bagian plastiknya patah. Kalau pakai pipa ledeng besi 1/2 inch tampaknya terlalu besar deh. Lagian harga Pipa Galvanis Putih 1/2 inch panjang 6 meter itu Rp 190,000. Diameter lubang alat ini adalah 1 inch, sedangkan diameter luar pipa galvanis putih juga 1 inch, ngepas banget, jadi kalu mau pakai pipa galvanis putih yaa mungkin harus dikikir sedikit. Menggunakan pipa galvanis hitam pasti dak bisa, soalnya diameternya lebih besar 2mm daripada pipa galvanis putih.

Nah, setelah bagian cantolan plastiknya patah, masih ada selubung plastik pada gagang kayu sapu tersebut, saya tekan masukkan pada Sellery dan pas banget, walaupun panjangnya hanya kurang dari 4cm. Tinggal nyekrup, ternyata murnya bukan ukuran 10, tapi dugaan saya karena Sellery itu manufactured under authority of Sellery USA, tapi tetap buatan China, maka murnya ukuran inch. Gagang sapunya dibor pakai mata bor ukuran 8mm, ternyata kurang gede dikit, ya ditekan saja sambil diputar bautnya.




Setelah menggunakannya beberapa kali pada hari yang berbeda, maka saya bekesimpulan penggunaan pipa galvanis putih sepanjang 1,5 sampai 2 meter rada mustahil, karena menggunakan gagang sapu yang ringanpun tidak mudah. Gagang sapunya sih ringan, tapi Sellerynya kan berat, jadi kalau posisi gagang sapu tegak lurus, maka tidak berat, tetapi kalau posisi gagang sapu miring atau mendatar, maka akan terasa berat, karena tangan yang satu memegang gagang sapu dan tangan yang satunya memegang tali untuk menarik. Bisa juga gagang sapu dipegang oleh 2 tangan dan setelah ketemu dahan/ranting yang akan dipotong, maka baru tali ditarik, tapi hal ini membuat kerja menjadi lebih lama.

Lebih mudah pakai gergaji ataupun gunting rumput yang besar, yang harus dioperasikan oleh dua tangan. Untuk ranting2 yang tinggi bisa pakai tangga. Jadi selama masih bisa pakai tangga, gergaji ataupun gunting rumput besar, maka Sellery bukanlah pilihan, karena akan lebih sulit menggunakan Sellery.

Saya ada gerinda dan dapat dimanfaatkan sebagai gergaji, jadi seperti tukang rumput gitu. Saya beli dimmer/speed controller untuk mengontrol kecepatannya, sebab putaran gerinda saya nilai terlalu cepat hanya untuk memotong ranting dan dahan. Beli yang panjang kabelnya 3 meter, tapi hanya diberi yang 1,5 meter,  makanya tidak saya rekomendasikan penjualnya. Putaran gerinda itu di atas 10000rpm, coba bandingkan dengan rpm sepeda motor, akibatnya kalau tangan kita tidak tegar, gerinda cenderung bergetar. Itulah perlunya dimmer, setel dimmer setengah, jadi putarannya sekitar 5000rpm. Kadang2 ada ranting yang nyelip di gerinda dan bagusnya Gerinda DongCheng ini tetap berputar, walaupun lebih lambat, dan hal ini mencegah pecahnya mata gerinda. Baca juga tulisan saya mengenai Gerinda DongCheng dan pesaing2nya.

40 gigi, Rp 17,000, makin banyak giginya biasanya makin mahal dan tidak perlu gigi yang rapat/banyak untuk memotong ranting/dahan.

Ada 2 alat lagi yang saya pakai, yakni kampak portable dan gergaji gulung. Saya tulis terpisah mengenai hal ini.

Kamis, 05 Desember 2019

Jakmall vs Buka Lapak vs Tokopedia vs Shopee

Dua besar yang terbesar nilai transaksinya adalah Tokopedia dan Buka Lapak.

Buka Lapak mungkin paling komplit barang2nya, karena terdiri dari penjual2 kecil yang banyak sekali. Jadi tidak ada salahnya cari dulu di Buka Lapak atau yang lainnya, kalau sudah dapat detailnya coba cari menggunakan Google di lapak2 lainnya dan juga Jakmall. Tanggal 25 Desember 2019, pada Google ada sponsored untuk Safety Grip Handle Suction, Tokopedia Rp 60.000 dan Shopee Rp 60.417, sedangkan di Jakarta Notebook dan Jakmall hanya Rp 23.100!!!, di lapak ABC Store. Hanya saja di Jakmall, Stok Habis, tetapi di Jaknot masih tersedia. Tanggal 26 Desember 2019 mendekati subuh, sudah tidak sponsored lagi, di Shopee menjadi Rp 43.000 dan di Tokopedia menjadi Rp 32.500. Apakah Shopee dan Tokopedia sudah membaca tulisan saya ini??? WkWkWk.

Toped sering beriklan di Google, tapi kalau di click barangnya tidak ada atau muncul barang2 lainnya yang tidak dibutuhkan. Ini namanya clickbait, menyebalkan bukan.

Sampai sekarang ini saya hampir selalu beli barang di Jakmall dan Buka Lapak.

Mengapa Jakmall? Buka Lapak kebanyakan terdiri dari pelapak2 kecil, artinya jika beli 5 jenis barang, maka bisa jadi berasal dari 5 pelapak dan berarti ongkos kirimnya ada 5, jadi terima barangnya juga 5 kali, cape deh.
Sedangkan di Jakmall ada Top 100, lihat saja displaynya, mungkin sudah ada beberapa barang yang cocok untuk kita beli. Terlebih pula kita bisa beli barang macam2 dengan hanya satu ongkos kirim, jadi beli karet gelang untuk rambut 4000 rupiah juga bisa. Terakhir saya beli 10 jenis barang dari 3 pelapak: Go Market, ABC Store dan Computindo. Kesemuanya mencantumkan dikirim dari Pick N Go. Apakah kesemua pelapak ini dimiliki oleh satu orang saja, mungkin. Bisa juga jangan2 pelapak2 ini miliknya Jakmall. Bagaimana dengan beratnya, hingga 3,29 kg dengan si Cepat hanya dianggap 1 kg. Murah bukan!!! Sedangkan di Buka Lapak, walaupun menggunakan si Cepat, tidak berlaku hal seperti di Jakmall. Yang juga dikirim dari Pick N Go Jakmall adalah pelapak Home Solution, Fast N Cheap, Autotech, Gudang Grosir, Pusat LED, Kelvin Online Shop, Toko Baterai, Kitchen Depot, Soundsquare, Best Deal Shop, Supermall Shop, Cool Sport Shop, Xiaomi House, Citicom, Indo Audio, tekno Gadget dan Bajuju. Banyak sekali bukan? Dan semakin hari semakin banyak.

Untuk memudahkan anda bisa ketik di Google: Jakmall Go Market, boleh juga Jakmall Bajuju atau yang lainnya.

Apakah semua barang ada di Jakmall? Jawabannya yaa jelas tidak. Setahu saya spareparts tidak ada, tanaman hidup juga tidak ada, apalagi barang bekas, pasti tidak ada.  Barang2 ini adanya di Buka Lapak. Lazada ternyata juga jual tanaman hidup, tapi yaa dak banyak.

Konon cikal bakal Jakmall itu adalah Jakarta NoteBook. Saya pernah berkunjung ke salah satu tokonya di Kompleks Apartment Gateway, A Yani, Bandung. Saya tidak beli apa2, karena barangnya tidak ada. Onlinenya saya tidak suka, soalnya mesti transfer uangnya ke perorangan. Barang yang ada di Jakarta Notebook biasanya ada juga di Jakmall.

Kelemahan lain dari Toped selain click bait adalah Maksimum dalam keranjang belanja tidak bisa melebihi 20 toko, walaupun dalam satu toko boleh lebih dari satu jenis barang. Ini tentunya menyulitkan kalau mau banding2 beberapa toko sekaligus untuk suatu jenis barang tertentu. Buka Lapak memberi batasan maksimum 200 jenis barang termasuk yang stocknya sudah habis pada Keranjang Belanjanya, tentunya ini lebih dari 20 toko. Jakmall memiliki Watchlist yang bisa diisi lebih dahulu, sebelum masuk keranjang belanja, walaupun masuk ke keranjang belanja langsung juga bisa. Watchlist dibatasi, yang sudah berusia 6 bulan lebih akan dihapus. Selama 6 bulan itu, beberapa barang bisa saja sudah masuk keranjang belanja dan otomatis barang tersebut akan hilang dari watchlist, tapi sekarang tetap ada di watchlist, jadi mau beli berulang kali mudah. Atau bisa saja yang di watchlist kita hapus sendiri, karena ada barang sejenis yang lebih murah dan lebih bagus. Saat ini watchlist saya sudah berisi lebih dari 350 jenis barang.

Setelah menentukan pembayaran melalui transfer, maka ada waktu untuk pembayarannya. Jakmall memberi waktu 48 jam, Toped 24 jam dan Buka Lapak hanya 10 jam, sebelumnya malah cuma 8 jam. Tentu saja secara otomatis saya menentukan pembayaran terlebih dahulu melalui transfer kepada Jakmall, baru Toped dan terakhir Buka Lapak.

Di Shopee beberapa pelapak banyak mengulang-ulang satu jenis barang, seolah-olah barangnya banyak, misalnya get auto shop. Jelas pengawasan Shopee terhadap pelapaknya masih kurang.

SURPRISE. Saya sudah bayar tanggal 2 Januari 2020 hampir pukul 14:00 ke Tokopedia untuk 3 pelapak, ternyata 2 pelapak membatalkan pesanannya sekitar sejam, setelah dibayar dan berusaha mencarikan penggantinya dalam 6 jam dan jika ada selisih harga menjadi tanggungan pelapak. 6 jam terlampaui dan otomatis uang masuk ke Saldo Tokopedia. Sebagai contoh: Pada Hong Lie Tools membeli Mollar Adaptor Chainsaw Gurinda / Dudukan Gurinda 12" seharga Rp 118.490,- dikembalikan ke Saldo Tokopedia Rp 129.090,-, berikut ongkos kirim dan lain-lain. Padahal toko dan alamat pengiriman sama-sama di Bandung. (Apakah pelapak ini dropshipper?). Saya cek lagi webnya pukul 21:00 ternyata toko tidak tutup dan stok ternyata masih tersedia lebih dari 50. Jika toko tutup seharusnya ada tulisan toko tutup seperti di Shopee dan barang tidak bisa dibeli/diclick. Tokopedia harus memperbaiki sistemnya dan memberikan sanksi pada pelapak semacam ini. Sama untuk pelapak lainnya, ternyata toko tidak tutup dan stok ternyata masih tersedia lebih dari 50.

Yang datang duluan yang dikirim menggunakan GoSend Same Day, sama2 dari Bandung. Ada 2 pilihan pengiriman, yakni kurang dari 6 jam atau kurang dari 3 jam. Saya pilih yang kurang dari 6 jam, tiba setelah 3 jam, tapi masih kurang dari 4 jam. Untuk barang2 yang lebih berat dari 1 kilogram, bisa2 biaya menggunakan GoSend Same Day bisa lebih murah dari Si Cepat. Saya beli Mollar Paint Runner Pintar Facil dan tentunya barang2 lain dari Indah Jaya Teknik melalui Shopee, karena Mollar Paint Runner tersebut tidak ada di Jakmall, adanya 2 merek lain. Tapi jangan kaget, karena dikirim menggunakan GoSend, maka barangnya hanya dimasukkan ke kantong plastik hitam yang besar, tapi cukup tebal, jadi isinya apa saja bisa diintip sama kurirnya, yah mirip GoFood gitu.

Yang datang terakhir adalah dari Jakmall, bayar tanggal 2 Januari, barang sampai tanggal 6 Januari. Kelemahan utama Jakmall yang dikirim dari Pick N Go adalah kemasannya yang ringkih, saya sudah memberi tahu hal ini pada Jakmall dan akan menulis tentang hal ini pada tulisan lain, tentunya dangan tambahan pendapat, agar Jakmall dan pembaca menjadi lebih tahu.
Beli 12 jenis barang dari 7 pelapak yang kesemuanya dikirim dari Pick N Go: Dari Gudang Grosir, Computindo, Go market dan Home Solution masing2 1 jenis barang, dari Kelvin Online Shop dan Bajuju masing2 2 jenis barang dan 4 jenis barang dari Fast n Cheap.

Sebenarnya saya mau beli dari Tokopedia untuk pelapak yang sama yang terdapat di Shopee, karena barangnya lebih lengkap, tetapi masa pembayaran 24 jam terlewati. Saya pikir akan ada pertanyaan mau beli kembali atau tidak, ternyata yang sudah saya input benar2 hangus. Karena saya tidak mau menginput ulang, maka saya beli saja di Shopee.

Saya sudah beberapa kali menerima email dari Jakmall tentang barang2 yang belum dibeli dan emailnya tidak saya buka atau saya baca. Lebih baik Jakmall mengirim email yang isinya barang tersebut sudah ada di Watchlist berapa hari, misalnya 5 bulan 7 hari, dst.

Karena Shopee keranjang belanjanya dapat diisi lebih dari 650 jenis barang tanpa dibatasi jumlah tokonya, maka untuk masa mendatang mungkin saya akan mulai banyak membeli dari Shopee dengan catatan bukan dikirim dari Luar Negeri. Yang dikirim dari Luar Negeri, karena sampainya tidak jelas kapan, maka tidak saya masukkan ke keranjang, dicuekin gitu lo, walaupun menurut Shopee tidak lebih dari 3 persen. Lagian proses memasukkan ke keranjang dari Shopee sangat cepat, mungkin 10x lebih cepat daripada Buka Lapak.

Apakah selalu Jakmall lebih murah dari yang lainnya. Jawabannya adalah: TIDAK.
oleh karena itu saya kali ini hanya belanja di Shopee, Tokopedia dan Bukalapak. Tidak belanja sama sekali di Jakmall.

Selasa, 08 Agustus 2017

Sushi Tei versus Marugame Udon vs Gokana Teppan Ramen

Yang juga akan dibandingkan adalah Shigeru, Hoka Hoka Bento dan Lotteria.

Sushi Tei jelas paling mumpuni, merupakan restoran yang komplit, mulai dari appetizer hingga desert, walaupun tentu saja boleh membeli hanya main coursenya. Kalau lengkap dari appetizer hingga desert butuh dana kurang lebih Rp 200.000 per orang, tapi tergantung juga apa yang dipilih, sepotong sushi dengan taburan telor ikan terbang harganya bisa sekitar Rp 50.000,- Porsi main coursenya besar, jadi beli main coursenya saja bagi sebagian orang sudah cukup. Cocok buat yang ingin berduaan (kalau punya duit), walaupun tempatnya tidak romantis.

Yang sekarang lagi in adalah Marugame Udon. Menyediakan Ramen dengan harga sekitar Rp 50.000 per mangkuk. Sedangkan gorengan dengan tepung tempura bervariasi harganya, yang termahal adalah Ebi/Udang Tempura seharga Rp 14.000. Cocok juga buat vegetarian, karena menyediakan Baby Bean Tempura, Egg Tempura, Ubi manis tempura dan Nasi Gulung Kembang Tahu. Minumnya
yang boleh refill sepuasnya adalah Ocha (Teh Hijau) panas/dingin seharga Rp 12.000, jadi buat yang haus dan minumnya banyak boleh pilih ini. Gorengannya berminyak dan tentunya gurih, jadi tentunya cepat kenyang, makan 3 buah saja sudah cukup. Lebih tepatnya ini tempat buat gadon. Bagaimanapun menu yang non-vegetarian tetap lebih enak daripada yang vegetarian. Kursi Marugame Udon di Mal Ciputra Cibubur tidak bersandaran, supaya pengunjungnya cepat angkat kaki, bukan tempat untuk chatting, jelas-jelas ini very fast food restaurant.

Gokana Teppan Ramen, jelas kelasnya di atas Hoka Hoka Bento, tempatnya lebih mewah, porsinya juga lebih banyak. Saya kadang bertanya-tanya, ini tempat fast food apa bukan, soalnya buat chatting berduaan lebih enak daripada di Sushi Tei.

Shigeru, bannernya menawarkan sushi seharga Rp 3.000, tidak bohong, sushinya kecil dan waktu saya berkunjung ke Shigeru hanya ada paket seharga Rp 50.000 dan Rp 60.000, jadi tidak tersedia sushi bijian seharga Rp 3.000,- Jangan berharap banyak dengan sushi seharga Rp 3.000, apalagi cari telor ikan terbanngnya. Ini kan gimmick. Saya jadi teringat Lulu Department Store, Cakung di Super marketnya menawarkan paket sushi seharga Rp 30.000 dan Rp 40.000 dan sudah pakai telor ikan terbang, walaupun sedikit. Gorengan di Shigeru semuanya harganya rata Rp 9.000, kering, kurang gurih, hambar, kurang bumbu. Jadi jelas rasa gorengan Shigeru kalah jauh dari gorengan Marugame Udon, tetapi Shigeru murah, udang tempura di Shigeru harganya Rp 9.000, sedangkan di Marugame Udon Rp 14.000 dengan besar yang 11-12. Untung ada KK-Shrimp yang lumayan enak. Paket nasi dengan chicken katsunya juga hambar seharga Rp 25.000 dan lebih enak punya Hoka-hoka Bento. Cocok buat yang makannya banyak dan lapar, tapi kalau cari enak mungkin ini bukan pilihan anda..

Hoka Hoka Bento, perusahaan lokal, bukan franchise asing. Dengan mahalnya harga daging sapi, maka sebenarnya Hoka Hoka Bento sudah naik kelas. Kalau mau murah yaa makan ayam goreng aja di KFC. Dulu sempat beefnya keras dan sedikit, kini sudah kembali empuk dan agak banyak, walaupun acarnya yaa masih payah tidak seperti dulu, dulu kan acarnya lobak, sekarang kan wortel keras. Dulu pernah chicken popcornnya berwarna agak gelap, karena minyaknya kagak diganti-ganti, sekarang sudah normal. Menunya ditambah, salah satunya Gyu Don seharga Rp 30.000, yang pakai daging cincang dan cukup enak, mirip Bim Bim Bab/Beef di Lotteria. Bagaimanapun rasanya tetap enak yang di Lotteria, tetapi di Lotteria dagingnya sedikit, banyak sayurnya dan mahal. Kalau mau makan Jepang-jepangan boleh coba Hoka Hoka Bento, apalagi ada paket hemat seharga Rp 22.000,- Sayang Hoka Hoka Bento di Grand Galaxy Park (GGP) sudah tutup, padahal Hoka Hoka Bento di kompleks ruko Galaxy, walaupun tokonya kecil, tetapi laris, bahkan Hoka Hoka Bento di pertigaan Komsen Jatiasih buka 24 jam. Lotteria di GGP memang cukup ramai, tetapi kebanyakan yang dibeli adalah ayam, mungkin saja ke Lotteria buat lifestyle. Kalau nantinya kelak Shigeru dan mungkin juga Lotteria angkat kaki juga, maka saya berpendapat GGP tidak bisa mengandalkan pengunjung dari kompleknya saja. Ini mal kan sepi-sepi saja.

Selasa, 18 Juli 2017

Taman Rekreasi (Buah) Mekarsari

Ini kunjungan saya yang kedua ke Taman Rekreasi (Buah) Mekarsari. Kenapa pakai kata Rekreasi, karena sekarang yang menonjol dari Taman tersebut adalah Rekreasinya (tentunya ini versi saya). Ada Tempat Main Anak-anak, Perahu Naga, Power Boating, 3D dan yang lainnya.

Kunjungan saya yang pertama pada saat baru dibuka, pohon masih kecil-kecil, tetapi lebih cantik dari sekarang. Saat ini sejauh mata memandang adalah pohon-pohon yang tidak jelas buahnya, karena memang banyak yang tidak berbuah. Ketika pohonnya masih kecil-kecil, mudah menuju ke suatu tempat, karena jalan-jalannya masih banyak terlihat. Dulu panas, karena pohonnya masih kecil-kecil, sekarang ini panas juga, malah mungkin lebih panas, walaupun pohonnya sudah pada besar, karena di daerah ini sudah banyak real estate.

Banyak real estate berarti mahcet, apalagi ada pertigaan ke Terminal Cileungsi. Butuh waktu 2 atau 2,5 jam untuk mencapai Taman Rekreasi ini dari Jakarta Timur (Cawang). Pulangnya juga macet, tetapi agak berkurang. Waktu pulang jadi susah cari makan yang representatif. Restoran terdekat adalah Pizza Hut, tetapi ada di seberang jalan, jadi lupakanlah, karena ada mediannya, putarannya yang jauh dan jadinya macet dobel dong, kalau ke Pizza Hut. Restoran yang sejalan dengan arah pulang baru ada di Mal Citra Gran dan kemudian Bakmi Golek yang hanya berjarak 300 meter darinya. Di mal tersebut ada D'Cost, Marugame Udon, Lotteria dan fastfood di lantai paling atas. Jarak dari Taman Rekreasi ke Mal Citra Gran -/+ 9 kilometer saja, tapi butuh waktu satu jam lebih, lebih cepat jalan kaki.

Karena macet, mungkin lebih baik ke Kebun Raya Bogor, walaupun Kebun Raya Bogor agak kotor. Kebun Raya yang bersih dan cantik, lebih baik daripada yang di Bogor atau Cibodas, ada di Bedugul, Bali namanya Kebun Raya Eka Karya dengan kontur tanah yang tidak rata  Ada yang menyangka Kebun Raya tersebut adalah Pura Ulun Danu Beratan, padahal bukan. Jarak keduanya sekitar 3 kilometer dan semua orang Bedugul tahu, jadi tak mungkin kesasar. Tiket Kebun Raya Bogor Rp 15.000 per orang, sedangkan mobil yang boleh masuk Kebun Raya Rp 30,000. Di Taman Rekreasi Mekarsari tiket masuknya Rp 25,000 per orang dan mobil mesti diparkir dengan biaya Rp 15,000. Kalau naik kereta keliling harus bayar Rp 15,000 per orang dengan diberi buah Jeruk Siam satu buah per orang dengan harapan mau beli buat oleh-oleh. Tetapi yang beli saya perhatikan sangat sedikit. Kualitasnya masih di bawah Jeruk Medan. Apalagi jeruk siam yang digratiskan kualitasnya minus, masa ada yang sudah mulai membusuk sebagian. Kereta keliling jalannya relatif cepat dan jangan berharap ada yang menerangkannya, jadi yaa percuma naik kereta keliling, kelihatannya jauh, tapi sebenarnya hanya diputar-putar saja, tidak langsung ke tujuannya.

Saya mengajak adik saya dan putranya yang berumur 9 tahun dan juga ibu saya yang berumur hampir 86 tahun berkursi roda, tetapi masih bisa berjalan sedikit, naik/turun tangga sedikit, tentunya dengan dibantu oleh satu atau dua orang. Jalan di dalam Taman Rekreasi beraspal dan relatif baik dan cukup nyaman untuk kursi roda yang memiliki roda besar, yang beroda kecil tidak dianjurkan. Jadi tidak perlu naik kereta keliling, asal kuat mendorong. Menara Pandang dan Danau dari tempat beli tiket sebenarnya tidak jauh, kan tidak keliling-keliling. Naik kereta keliling, malah tidak ke Menara Pandang, padahal Menara pandang setinggi 30 meter sangat baik untuk melihat dari ketinggian, sekaligus untuk orientasi arah. Tentunya hanya yang berkaki kuat yang bisa naik sampai ke atas, tetapi dari ketinggian 5 meterpun sudah bisa melihat hampir semua luas kebun tersebut. Danau mungkin tidak perlu dikunjungi, toh sudah banyak kios pedagang dan tempat bisnis lainnya, jadi tidak secantik dulu.

Kesimpulannya ke Taman Rekreasi (Buah) Mekarsari itu meletihkan dan paketnya hampir semuanya tutup/closed dan hanya kelihatan cantik di webnya. Ke Kebun Raya Bogor lebih murah dan menyenangkan, walaupun lebih jauh, tetapi tidak semacet ke Taman Rekreasi!

Senin, 15 Mei 2017

Jigsaw Krisbow dan pesaing2nya

Sebelumnya saya tertarik dengan Black and Decker KS501-B1 400Watt di Bukalapak seharga Rp 376.000., karena memiliki dust blower, sehingga debu gergajian tertiup dan garis yang akan dipotong dan mata gergajinya terlihat jelas, tetapi gergaji ini belum memiliki pilihan cara mengergaji (pendulum action).

Setahu saya, Ace Hardware juga menjual Black and Decker, tetapi ternyata relation ini sudah berakhir dan sekarang Ace Hardware lebih mengutamakan mereknya sendiri, yaitu Krisbow. Saya tertarik dengan Krisbow KW0700999 65 mm Jigsaw 570Wattseharga Rp479.000, karena memiliki lubang untuk penyedot debu di bagian belakngnya, walaupun kalau di proyek masa mau bawa penyedot debu, yang lebih penting adalah dust blower. Atau kalau bisa yaa kedua-duanya sebaiknya ada, seperti Jigsaw Metabo seharga Rp 2Juta lebih. Ternyata Jigsaw Krisbow ini juga sudah dilengkapi laser, seperti Modern M-2200L 600Watt seharga Rp 290.000 di perkakasku.com, atau kalau mau yang lebih murah adalah Ryota RA-2065 500Watt tanpa laser seharga Rp 255.000 atau Modern M-2200 320Watt tanpa laser seharga Rp 195.000 di Bukalapak dengan kedalaman potong kayu maksimal 50mm. Sedangkan Modern M-2200L dan Ryota-2065 kedalaman potong kayunya maksimal 65mm.

Jigsaw Krisbow ini juga sudah dilengkapi guide ruler yang menurut saya lebih berfungsi daripada laser. Garansinya 3 bulan parts and service dan 3 bulan kemudian garansinya hanya service. Tempat servisnya banyak, bawa saja ke Ace Hardware dimanapun, tetapi celakanya Ace Hardware tidak menjual partsnya, jadi MONOPOLI. Moga-moga awet, sebab kalau tidak sebaiknya yaa jangan beli merek ini. Sebagai ilustrasi, Black and Decker KS501 400Watt, kedalaman potong kayunya maksimal 65mm, tidak memiliki Pendulum Action, Black and Decker KS701 520Watt, kedalaman potong kayunya maksimal 70mm, sedangkan Black and Decker KS801, kedaman potong kayunya maksimal 80mm, selain memiliki Pendulum Action, juga memiliki Auto Select, jadi tidak perlu mengatur Variable Speed dan Pendulum Actionnya. Jelas Watt yang besar berpengaruh terhadap performa Jigsaw.

Jujur, saya seperti bertaruh dengan membeli Jigsaw Krisbow ini,  dengan pertimbangan masa ia merek yang sedang dibangun oleh Kawan Lama Group ini, mau dikorbankan dengan barang-barang rongsokan. Harapan saya, Jigsaw Krisbow ini lebih kuat daripada Jigsaw Modern ataupun Ryota. Tetapi, kalau pembaca lebih berani dari saya, bisa mencoba Modern M-2200L atau Ryota RA-2065 yang keduanya tanpa garansi ini.

Bisakah jigsaw dipakai memotong plywood/multiplex. Tentu saja bisa, tetapi harus memakai mata jigsaw yang tertulis clean wood. Agak sulit didapatkan dan harganya agak sedikit mahal, sekitar Rp 25.000,- Tetapi kalau mau motong plywood/multiplex dengan ketebalan 4-6 mm, bisa menggunakan cutter dengan hasil lebih rapi dan presisi, tetapi agak lama kerjanya. Jadi jigsaw itu tidak perlu-perlu amat, kecuali untuk motong kaso yang tidak perlu terlalu rapi dan tidak perlu terlalu presisi. Kaso untuk tumpuan reng dan plafon justru perlu rata permukaannya. Jadi perlu disugu biar rata.


Sabtu, 06 Mei 2017

Dongcheng S1M-FF02-100A dan pesaing2nya

Gerinda tangan Dongcheng saya beli di bulan April 2017 seharga Rp 300.000. Dongcheng adalah merek lama, sedangkan yang kini beredar adalah merek DCA, tentunya dengan seri yang sama DCA S1M-FF02-100A. DCA adalah singkatan Dong Cheng Armature. Harganya Rp 290.000 di bulan Mei dengan warna gerinda tangan menjadi hijau yang lebih cantik daripada merek Dongcheng yang berwarna biru tua. Selain lebih murah DCA juga sudah dilengkapi dengan kotak plastik penyimpananya dan sebuah mata/batu gerinda. Harga ini versi online dari perkakasku.com yang merupakan dealer untuk seluruh Indonesia. Selain toko online, perkakasku,com juga memiliki toko offline di Jalan A. Yani 350, Bandung, 200 meter dari perempatan Jalan Jakarta ke arah Cicadas, di sebelah kanan jalan, sebelum Rumah Makan Sambel Hejo, (022) 7271396. Keduanya antara Dongcheng dangan DCA memiliki spesifikasi yang sama persis, yakni 4", 570Watt, 13.000rpm. Suku cadang utama/rotor harganya Rp 80.000 di perkakakasku.com.

Di Blibli,com dapat juga dibeli Tekiro Ryu MARK III ataua disebut juga RSG 100-3 berwarna hijau muda cantik seharga Rp 299.000. Hanya saja masa garansinya lebih pendek daripada Dongcheng ataupun DCA. Masa garansi Tekiro hanya 6 bulan pertama gratis spareparts dan 6 bulan kemudian spareparts diskon 40 persen. Sedangkan garansi servicenya seumur hidup. Dongcheng maupun DCA masa garansinya 2 kali lipat Tekiro. Spesifikasi Tekiro yang hanya 580Watt, 11.000rpm, saya pikir cukup memadai.

Sedangkan Bitec GM 9554 berwarna merah, harganya hanya Rp 209.500 di bukalapak.com. Spesifikasinya hampir sama dengan Tekiro di atas 540Watt, 11.000rpm. Kelebihannya sudah memiliki pegangan tangan, padahal yang lebih mahalpun seperti Bosch belum tentu punya pegangan tangan. Pegangan tangan ini perlu untuk pemula atau mereka yang tangannya tidak terlalu kuat. Hanya saja Bitec suaranya agak kasar.

Jika saya belum memiliki gerinda tangan, maka pilihan saya adalah DCA S1M-FF02-100A, karena telah memiliki kotak penyimpanannya dan onderdilnya mudah didapat. Tetapi buat pemula dan hanya sekali dalam setahun menggunakannya atau hanya digunakan untuk merenovasi rumah sendiri, maka memilih Bitec GM 9554 mungkin adalah pilihan yang paling bijaksana.

Tambahan 16 Mei 2017:
Belum sebulan saya menulis tulisan ini, maka harga Tekiro Ryu RSG 100-3 sudah turun banyak. Sekarang mesin gerinda tersebut bisa didapatkan dengan harga Rp220.000 di BukaLapak. Sedangkan yang paling murah adalah mesin gerinda Nikkon 4" 570Watt 12.000rpm seharga Rp174.000 dengan bonus satu mata gerinda potong plus satu carbon brush, juga di BukaLapak Yang terakhir ini, tidak diketahui apakah digaransi atau tidak. Tapi, karena harganya murah tidak ada salahnya mencoba.

Tambahan 16 Mei 2017:
Ternyata ada yang jual Gerinda Nikkon ini seharga Rp165.000 saja, di BukaLapak, Averroe Teknik, Tangerang. Gerinda ini ternyata sudah dibekali pegangan tangan samping, padahal gerinda yang lebih mahalpun belum tentu dilengkapi pegangan tangan samping. Sparepart gerinda Nikkon ini ternyata sama dengan gerinda Makita N9500N Ori seharga Rp700Ribu lebih. Tetapi, buatan DCA atau Osaka untuk Makita N9500N harganya Rp75.000 di TokoPedia. Jadi, kalau saya belum punya gerinda boleh jadi saya akan membeli gerinda Nikkon ini, karena sparepartnya kan mudah, atau kalau sudah dipakai lama dan kemudian rusak boleh jadi saya beli baru lagi merek Nikkon. Reparasi kalau nyuruh orang kan mesti bayar. Tampaknya jaman bolpen murah sudah meruak, kalau bolpen murah, isinya habis, yaa dibuang saja, beli yang baru.

Tambahan 28 Mei 2017:
Pada artikel di atas sudah disebutkan, bahwa kecepatan yang tinggi membuat gerinda bergerak liar, jika tidak memiliki tangan yang kuat. Untuk itu, maka diperlukan gerinda tangn dengan variable speed. Salah satu gerinda murah dengan variable speed 3000-11000rpm 500Watt, tetapi tidak bergaransi adalah Mollar AG6800 - Variable Speed seharga Rp 332.000 di perkakasku.com dengan kelengkapan 1 pad velcro dan 1 batu gerinda. Sedangkan di WarungMagelangs TokoPedia harganya hanya Rp 300.000, tetapi tidak jelas dapat kelengkapan 1 pad velcro dan 1 batu gerinda atau tidak. Gerinda tangan dengan variable speed ini tentunya akan jadi pertimbangan saya, jika saya belum mempunyai gerinda. Variable speed berguna jika gerinda tangan ini ingin difungsikan juga sebagai Jigsaw dan mesin Poles. Mesin Jigsaw biasanya kecepatannya adalah maksimum 3000rpm, sedangkan mesin Poles biasanya kecepatannya maksimum 5000rpm. Saat ini, saya sudah punya Jigsaw juga dan tentunya dengan variable speed built in.

Tambahan 30 Mei 2017:
Mengerinda/mengamplas/memoles tembok/beton dengan cara kering akan menimbulkan banyak sekali debu halus yang akan melayang-layang di udara dan bahkan bisa berbelok-belok hingga 15 meter jauhnya dan tentunya bisa membuat tetangga ribut. Menggerinda dengan cara basah akan menimbulkan banyak cipratan air dan menggunakan celemek sebagi pelindung badan dan pelindung cipratan air dari triplex yang ditegakkan akan sangat membantu atau mengurangi daerah sekitar pekerjaan menjadi kurang kotor. Sayangnya tidak semua mata gerinda dapat digunakan dengan cara basah, terutama yang fleksible dan dapat ditempelkan pada velcro pad dan biasanya hanya mensupport hingga maksimum 4500rpm. Memang ada mata gerinda yang dapat digunakan secara basah hingga kecepatan tinggi, misalnya 11500rpm yang harganya relatif mahal, tetapi tidak fleksibel dan tidak dapat ditempelkan pada velcro pad dan kalau dipaksakan pada gernda dengan kecepatan 13000rpm akan menyebabkan umur mata gerinda berkurang. Jadi membeli gerinda dengan variabel speed sebenarnya perlu dilakukan, daripada membeli juga mesin poles yang harganya jauh lebih mahal daripada mesin gerinda. Mesin poles ukuran 4" juga jarang dijual, biasanya minimal ukuran 5".
 
Tambahan 1 Pebruari 2020:
Saya sekarang sudah punya dimmer/speed controller, murah hanya sekitar Rp 60,000 online. Jadi kalau gerinda dengan speed controller mahal, bisa beli gerinda tanpa speed controller dan beli speed controllernya secara terpisah. Gerinda bisa juga difungsikan sebagai gergaji kayu/ranting/dahan dan diperlukan speed controller.

Gerinda dengan mata gerinda gergaji kayu 40 gigi terpasang.