Selasa, 18 Juli 2017

Taman Rekreasi (Buah) Mekarsari

Ini kunjungan saya yang kedua ke Taman Rekreasi (Buah) Mekarsari. Kenapa pakai kata Rekreasi, karena sekarang yang menonjol dari Taman tersebut adalah Rekreasinya (tentunya ini versi saya). Ada Tempat Main Anak-anak, Perahu Naga, Power Boating, 3D dan yang lainnya.

Kunjungan saya yang pertama pada saat baru dibuka, pohon masih kecil-kecil, tetapi lebih cantik dari sekarang. Saat ini sejauh mata memandang adalah pohon-pohon yang tidak jelas buahnya, karena memang banyak yang tidak berbuah. Ketika pohonnya masih kecil-kecil, mudah menuju ke suatu tempat, karena jalan-jalannya masih banyak terlihat. Dulu panas, karena pohonnya masih kecil-kecil, sekarang ini panas juga, malah mungkin lebih panas, walaupun pohonnya sudah pada besar, karena di daerah ini sudah banyak real estate.

Banyak real estate berarti mahcet, apalagi ada pertigaan ke Terminal Cileungsi. Butuh waktu 2 atau 2,5 jam untuk mencapai Taman Rekreasi ini dari Jakarta Timur (Cawang). Pulangnya juga macet, tetapi agak berkurang. Waktu pulang jadi susah cari makan yang representatif. Restoran terdekat adalah Pizza Hut, tetapi ada di seberang jalan, jadi lupakanlah, karena ada mediannya, putarannya yang jauh dan jadinya macet dobel dong, kalau ke Pizza Hut. Restoran yang sejalan dengan arah pulang baru ada di Mal Citra Gran dan kemudian Bakmi Golek yang hanya berjarak 300 meter darinya. Di mal tersebut ada D'Cost, Marugame Udon, Lotteria dan fastfood di lantai paling atas. Jarak dari Taman Rekreasi ke Mal Citra Gran -/+ 9 kilometer saja, tapi butuh waktu satu jam lebih, lebih cepat jalan kaki.

Karena macet, mungkin lebih baik ke Kebun Raya Bogor, walaupun Kebun Raya Bogor agak kotor. Kebun Raya yang bersih dan cantik, lebih baik daripada yang di Bogor atau Cibodas, ada di Bedugul, Bali namanya Kebun Raya Eka Karya dengan kontur tanah yang tidak rata  Ada yang menyangka Kebun Raya tersebut adalah Pura Ulun Danu Beratan, padahal bukan. Jarak keduanya sekitar 3 kilometer dan semua orang Bedugul tahu, jadi tak mungkin kesasar. Tiket Kebun Raya Bogor Rp 15.000 per orang, sedangkan mobil yang boleh masuk Kebun Raya Rp 30,000. Di Taman Rekreasi Mekarsari tiket masuknya Rp 25,000 per orang dan mobil mesti diparkir dengan biaya Rp 15,000. Kalau naik kereta keliling harus bayar Rp 15,000 per orang dengan diberi buah Jeruk Siam satu buah per orang dengan harapan mau beli buat oleh-oleh. Tetapi yang beli saya perhatikan sangat sedikit. Kualitasnya masih di bawah Jeruk Medan. Apalagi jeruk siam yang digratiskan kualitasnya minus, masa ada yang sudah mulai membusuk sebagian. Kereta keliling jalannya relatif cepat dan jangan berharap ada yang menerangkannya, jadi yaa percuma naik kereta keliling, kelihatannya jauh, tapi sebenarnya hanya diputar-putar saja, tidak langsung ke tujuannya.

Saya mengajak adik saya dan putranya yang berumur 9 tahun dan juga ibu saya yang berumur hampir 86 tahun berkursi roda, tetapi masih bisa berjalan sedikit, naik/turun tangga sedikit, tentunya dengan dibantu oleh satu atau dua orang. Jalan di dalam Taman Rekreasi beraspal dan relatif baik dan cukup nyaman untuk kursi roda yang memiliki roda besar, yang beroda kecil tidak dianjurkan. Jadi tidak perlu naik kereta keliling, asal kuat mendorong. Menara Pandang dan Danau dari tempat beli tiket sebenarnya tidak jauh, kan tidak keliling-keliling. Naik kereta keliling, malah tidak ke Menara Pandang, padahal Menara pandang setinggi 30 meter sangat baik untuk melihat dari ketinggian, sekaligus untuk orientasi arah. Tentunya hanya yang berkaki kuat yang bisa naik sampai ke atas, tetapi dari ketinggian 5 meterpun sudah bisa melihat hampir semua luas kebun tersebut. Danau mungkin tidak perlu dikunjungi, toh sudah banyak kios pedagang dan tempat bisnis lainnya, jadi tidak secantik dulu.

Kesimpulannya ke Taman Rekreasi (Buah) Mekarsari itu meletihkan dan paketnya hampir semuanya tutup/closed dan hanya kelihatan cantik di webnya. Ke Kebun Raya Bogor lebih murah dan menyenangkan, walaupun lebih jauh, tetapi tidak semacet ke Taman Rekreasi!

Senin, 15 Mei 2017

Jigsaw Krisbow dan pesaing2nya

Sebelumnya saya tertarik dengan Black and Decker KS501-B1 400Watt di Bukalapak seharga Rp 376.000., karena memiliki dust blower, sehingga debu gergajian tertiup dan garis yang akan dipotong dan mata gergajinya terlihat jelas, tetapi gergaji ini belum memiliki pilihan cara mengergaji (pendulum action).

Setahu saya, Ace Hardware juga menjual Black and Decker, tetapi ternyata relation ini sudah berakhir dan sekarang Ace Hardware lebih mengutamakan mereknya sendiri, yaitu Krisbow. Saya tertarik dengan Krisbow KW0700999 65 mm Jigsaw 570Wattseharga Rp479.000, karena memiliki lubang untuk penyedot debu di bagian belakngnya, walaupun kalau di proyek masa mau bawa penyedot debu, yang lebih penting adalah dust blower. Atau kalau bisa yaa kedua-duanya sebaiknya ada, seperti Jigsaw Metabo seharga Rp 2Juta lebih. Ternyata Jigsaw Krisbow ini juga sudah dilengkapi laser, seperti Modern M-2200L 600Watt seharga Rp 290.000 di perkakasku.com, atau kalau mau yang lebih murah adalah Ryota RA-2065 500Watt tanpa laser seharga Rp 255.000 atau Modern M-2200 320Watt tanpa laser seharga Rp 195.000 di Bukalapak dengan kedalaman potong kayu maksimal 50mm. Sedangkan Modern M-2200L dan Ryota-2065 kedalaman potong kayunya maksimal 65mm.

Jigsaw Krisbow ini juga sudah dilengkapi guide ruler yang menurut saya lebih berfungsi daripada laser. Garansinya 3 bulan parts and service dan 3 bulan kemudian garansinya hanya service. Tempat servisnya banyak, bawa saja ke Ace Hardware dimanapun, tetapi celakanya Ace Hardware tidak menjual partsnya, jadi MONOPOLI. Moga-moga awet, sebab kalau tidak sebaiknya yaa jangan beli merek ini. Sebagai ilustrasi, Black and Decker KS501 400Watt, kedalaman potong kayunya maksimal 65mm, tidak memiliki Pendulum Action, Black and Decker KS701 520Watt, kedalaman potong kayunya maksimal 70mm, sedangkan Black and Decker KS801, kedaman potong kayunya maksimal 80mm, selain memiliki Pendulum Action, juga memiliki Auto Select, jadi tidak perlu mengatur Variable Speed dan Pendulum Actionnya. Jelas Watt yang besar berpengaruh terhadap performa Jigsaw.

Jujur, saya seperti bertaruh dengan membeli Jigsaw Krisbow ini,  dengan pertimbangan masa ia merek yang sedang dibangun oleh Kawan Lama Group ini, mau dikorbankan dengan barang-barang rongsokan. Harapan saya, Jigsaw Krisbow ini lebih kuat daripada Jigsaw Modern ataupun Ryota. Tetapi, kalau pembaca lebih berani dari saya, bisa mencoba Modern M-2200L atau Ryota RA-2065 yang keduanya tanpa garansi ini.

Bisakah jigsaw dipakai memotong plywood/multiplex. Tentu saja bisa, tetapi harus memakai mata jigsaw yang tertulis clean wood. Agak sulit didapatkan dan harganya agak sedikit mahal, sekitar Rp 25.000,- Tetapi kalau mau motong plywood/multiplex dengan ketebalan 4-6 mm, bisa menggunakan cutter dengan hasil lebih rapi dan presisi, tetapi agak lama kerjanya. Jadi jigsaw itu tidak perlu-perlu amat, kecuali untuk motong kaso yang tidak perlu terlalu rapi dan tidak perlu terlalu presisi. Kaso untuk tumpuan reng dan plafon justru perlu rata permukaannya. Jadi perlu disugu biar rata.


Sabtu, 06 Mei 2017

Dongcheng S1M-FF02-100A dan pesaing2nya

Gerinda tangan Dongcheng saya beli di bulan April 2017 seharga Rp 300.000. Dongcheng adalah merek lama, sedangkan yang kini beredar adalah merek DCA, tentunya dengan seri yang sama DCA S1M-FF02-100A. DCA adalah singkatan Dong Cheng Armature. Harganya Rp 290.000 di bulan Mei dengan warna gerinda tangan menjadi hijau yang lebih cantik daripada merek Dongcheng yang berwarna biru tua. Selain lebih murah DCA juga sudah dilengkapi dengan kotak plastik penyimpananya dan sebuah mata/batu gerinda. Harga ini versi online dari perkakasku.com yang merupakan dealer untuk seluruh Indonesia. Selain toko online, perkakasku,com juga memiliki toko offline di Jalan A. Yani 350, Bandung, 200 meter dari perempatan Jalan Jakarta ke arah Cicadas, di sebelah kanan jalan, sebelum Rumah Makan Sambel Hejo, (022) 7271396. Keduanya antara Dongcheng dangan DCA memiliki spesifikasi yang sama persis, yakni 4", 570Watt, 13.000rpm. Suku cadang utama/rotor harganya Rp 80.000 di perkakakasku.com.

Di Blibli,com dapat juga dibeli Tekiro Ryu MARK III ataua disebut juga RSG 100-3 berwarna hijau muda cantik seharga Rp 299.000. Hanya saja masa garansinya lebih pendek daripada Dongcheng ataupun DCA. Masa garansi Tekiro hanya 6 bulan pertama gratis spareparts dan 6 bulan kemudian spareparts diskon 40 persen. Sedangkan garansi servicenya seumur hidup. Dongcheng maupun DCA masa garansinya 2 kali lipat Tekiro. Spesifikasi Tekiro yang hanya 580Watt, 11.000rpm, saya pikir cukup memadai.

Sedangkan Bitec GM 9554 berwarna merah, harganya hanya Rp 209.500 di bukalapak.com. Spesifikasinya hampir sama dengan Tekiro di atas 540Watt, 11.000rpm. Kelebihannya sudah memiliki pegangan tangan, padahal yang lebih mahalpun seperti Bosch belum tentu punya pegangan tangan. Pegangan tangan ini perlu untuk pemula atau mereka yang tangannya tidak terlalu kuat. Hanya saja Bitec suaranya agak kasar.

Jika saya belum memiliki gerinda tangan, maka pilihan saya adalah DCA S1M-FF02-100A, karena telah memiliki kotak penyimpanannya dan onderdilnya mudah didapat. Tetapi buat pemula dan hanya sekali dalam setahun menggunakannya atau hanya digunakan untuk merenovasi rumah sendiri, maka memilih Bitec GM 9554 mungkin adalah pilihan yang paling bijaksana.

Tambahan 16 Mei 2017:
Belum sebulan saya menulis tulisan ini, maka harga Tekiro Ryu RSG 100-3 sudah turun banyak. Sekarang mesin gerinda tersebut bisa didapatkan dengan harga Rp220.000 di BukaLapak. Sedangkan yang paling murah adalah mesin gerinda Nikkon 4" 570Watt 12.000rpm seharga Rp174.000 dengan bonus satu mata gerinda potong plus satu carbon brush, juga di BukaLapak Yang terakhir ini, tidak diketahui apakah digaransi atau tidak. Tapi, karena harganya murah tidak ada salahnya mencoba.

Tambahan 16 Mei 2017:
Ternyata ada yang jual Gerinda Nikkon ini seharga Rp165.000 saja, di BukaLapak, Averroe Teknik, Tangerang. Gerinda ini ternyata sudah dibekali pegangan tangan samping, padahal gerinda yang lebih mahalpun belum tentu dilengkapi pegangan tangan samping. Sparepart gerinda Nikkon ini ternyata sama dengan gerinda Makita N9500N Ori seharga Rp700Ribu lebih. Tetapi, buatan DCA atau Osaka untuk Makita N9500N harganya Rp75.000 di TokoPedia. Jadi, kalau saya belum punya gerinda boleh jadi saya akan membeli gerinda Nikkon ini, karena sparepartnya kan mudah, atau kalau sudah dipakai lama dan kemudian rusak boleh jadi saya beli baru lagi merek Nikkon. Reparasi kalau nyuruh orang kan mesti bayar. Tampaknya jaman bolpen murah sudah meruak, kalau bolpen murah, isinya habis, yaa dibuang saja, beli yang baru.

Tambahan 28 Mei 2017:
Pada artikel di atas sudah disebutkan, bahwa kecepatan yang tinggi membuat gerinda bergerak liar, jika tidak memiliki tangan yang kuat. Untuk itu, maka diperlukan gerinda tangn dengan variable speed. Salah satu gerinda murah dengan variable speed 3000-11000rpm 500Watt, tetapi tidak bergaransi adalah Mollar AG6800 - Variable Speed seharga Rp 332.000 di perkakasku.com dengan kelengkapan 1 pad velcro dan 1 batu gerinda. Sedangkan di WarungMagelangs TokoPedia harganya hanya Rp 300.000, tetapi tidak jelas dapat kelengkapan 1 pad velcro dan 1 batu gerinda atau tidak. Gerinda tangan dengan variable speed ini tentunya akan jadi pertimbangan saya, jika saya belum mempunyai gerinda. Variable speed berguna jika gerinda tangan ini ingin difungsikan juga sebagai Jigsaw dan mesin Poles. Mesin Jigsaw biasanya kecepatannya adalah maksimum 3000rpm, sedangkan mesin Poles biasanya kecepatannya maksimum 5000rpm. Saat ini, saya sudah punya Jigsaw juga dan tentunya dengan variable speed.

Tambahan 30 Mei 2017:
Mengerinda/mengamplas/memoles tembok/beton dengan cara kering akan menimbulkan banyak sekali debu halus yang akan melayang-layang di udara dan bahkan bisa berbelok-belok hingga 15 meter jauhnya dan tentunya bisa membuat tetangga ribut. Menggerinda dengan cara basah akan menimbulkan banyak cipratan air dan menggunakan celemek sebagi pelindung badan dan pelindung cipratan air dari triplex yang ditegakkan akan sangat membantu atau mengurangi daerah sekitar pekerjaan menjadi kurang kotor. Sayangnya tidak semua mata gerinda dapat digunakan dengan cara basah, terutama yang fleksible dan dapat ditempelkan pada velcro pad dan biasanya hanya mensupport hingga maksimum 4500rpm. Memang ada mata gerinda yang dapat digunakan secara basah hingga kecepatan tinggi, misalnya 11500rpm yang harganya relatif mahal, tetapi tidak fleksibel dan tidak dapat ditempelkan pada velcro pad dan kalau dipaksakan pada gernda dengan kecepatan 13000rpm akan menyebabkan umur mata gerinda berkurang. Jadi membeli gerinda dengan variabel speed sebenarnya perlu dilakukan, daripada membeli juga mesin poles yang harganya jauh lebih mahal daripada mesin gerinda. Mesin poles ukuran 4" juga jarang dijual, biasanya minimal ukuran 5".

Sabtu, 25 Juni 2016

Vaksin tak palsu di Biofarma

Ribut-ribut vaksin palsu, saya tidak khawatir, karena saya vaksin di Biofarma. Mengapa?

Saya sudah melakukan vaksinasi dewasa rutin sejak akhir tahun 80-an. Mulanya saya vaksin Hepatitis B yang masih langka dan kalau sekarang hanya cukup dengan Rp 50.000 saja, maka dahulu dengan uang nilai sekarang yaa di atas satu juta. Vaksinasi Hepatitis A juga saya lakukan dan lebih langka lagi serta lebih mahal lagi dibandingkan Hepatitis B. Penemuan terbaru adalah seseorang yang sudah pernah divaksin Hepatititis A atau B, apalagi pernah terjangkit dan kemudian sembuh tidak perlu divaksin secara rutin, tetapi jika khawatir bisa melakukan vaksinasi ulang di usia 50-an atau lebih. Pemeriksaan Anti HbS dan HbsAg sebelum divaksinasi juga tidak diperlukan, karena mahal dan lebih murah vaksinnya. Dahulu hal ini dilakukan, karena kalau kita telah memiliki antibody/penangkal alamiah, maka vaksinasi akan sia-sia dan harga vaksinnya masih mahal. Sekarang karena Vaksinasi Hepatitis B sudah murah, yaa disuntik saja langsung, toh tidak mengakibatkan apa-apa kalau sudah memiliki penangkal alamiah.

Vaksinasi Typhus juga saya lakukan, walaupun vaksinasi ini hanya melindungi sekitar 70 persen lebih, tetapi seseorang yang telah divaksin seandainya terjangkit Typhus, maka akan ringan saja penyakitnya. Perlu tindakan rutin Vaksinasi Typhus 3 tahun sekali. Saya melakukan vaksinasi ini di RS.

Mengingat vaksinasi di RS perlu antri, maka saya mencoba mencari distributor vaksin, misalnya produsen Aventis, distributornya siapa saja. Di distributor resmi harga vaksin didiskon 20 persen dan tentunya tidak palsu. Untuk menyuntiknya bisa minta bantuan perawat atau bidan dan kalau berani yaa nyuntik sendiri. Jika intarmuscular (im), maka nyuntiknya mudah yang penting jangan kena pembuluh darah. Biasanya yang disuntik adalah otot deltoid (lengan atas). Bisa dilakukan di kedua lengan dengan vaksin yang berbeda sekaligus. Yang agak sulit adalah subcutant (sc), walaupun disuntikkan secara im juga bisa, tetapi efektivitasnya agak berkurang.

Mengingat distributor vaksin ada di Jakarta dan jauh dari rumah, maka saya cari tempat yang melakukan vaksinasi di sekitar Bekasi. Terdapat Rumah Vaksin yang vaksinnya relatif lengkap. Tadinya saya pikir murah, ternyata tarifnya adalah HET (padahal sudah diberi diskon oleh distributor) + biaya dokter Rp 50.000. Apakah vaksinnya palsu, kelihatannya sih asli, karena saya selalu menyimpan dus dan suntikannya dari vaksinasi-vaksinasi terdahulu. Bagaimana kalau palsu, saya tidak khawatir, karena saya telah menemukan Biofarma.

Belakangan saya baru tahu, Biofarma juga melakukan vaksinasi dan tentunya murah dan asli. Biofarma selain memproduksi vaksinnya sendiri, ternyata juga importir vaksin tertentu, misalnya MMR II. Sayangnya Biofarma ada di Bandung, jadi kalau ke Bandung, maka sebelum naik jembatang layang Pasopati, minta turun, lalu jalan kaki sekitar 250 meter ke Biofarma (jangan naik angkot, karena angkot pasti belok kiri atau kanan ke Jalan Pasirkaliki). Letak tempat vaksinasi adalah menerobos melalui pintu kantin di samping mesjid yang besar. Dan tentunya vaksinasinya bukan di kantin, tetapi di ruang yang cukup besar dengan dokter/perawat yang faham betul tentang vaksinasi. Sekarang ini saya selalu melakukan vaksinasi di Biofarma.

Tambahan 15 Juli 2016: Menurut salah satu Direktur RS pemakai vaksin palsu, karena stock vaksin yang seharusnya dipakai tidak tersedia atau pasien minta vaksin buatan Luar Negeri, maka menggunakan vaksin dari penjual (bukan distributor) lain. Hal ini terbantahkan, karena setahu saya tidak pernah terjadi kekurangan vaksin, demikian juga apakah betul pasien minta divaksinasi dengan buatan Luar Negeri, siapa tahu ini memang keinginan dokternya, karena vaksin buatan Luar Negeri lebih mahal, bayangkan kalau anda divaksin Tetanus yang harga vaksinnya cuma Rp 14.000 buatan Biofarma terus dimintai biaya nyuntik Rp 50.000 apa gak teriak-teriak. Hal ini juga terjadi pada saat dokter memberikan obat paten yang mahal dimana harganya bisa 20x daripada obat generik. Bayangkan bila biaya dokternya Rp 150.000, sedangkan obat generiknya hanya Rp 4.500. Jika anda ke dokter di RS, maka ada baiknya beli seperempat dosis dulu dan sisanya beli di luar RS, siapa tahu ada generiknya dan di luar RS harganya juga biasanya lebih murah.

Tambahan 8 Pebruari 2017: Beberapa hari yang lalu saya vaksinasi Typhus di Biofarma dan menurut saya ada prosedur kurang baik yang dilakukan. Pertama tidak memperlihatkan vaksin apa yang akan disuntikkan, penyuntik membelakangi saya. Dan ketika saya tanyakan apakah pakai Uniject, dia mengatakan Uniject hanya digunakan pada vaksinasi Hepatitis B (hal ini saya setuju, toh saya juga sudah tahu sebelumnya). Di tangan kirinya tergenggam sebuah vial, suntikannya tidak terlihat, karena tertutup oleh badannya. Pada saat melakukan penyuntikanpun saya tidak dapat melihat suntikannya, karena tertutup oleh tangannya. Penyuntikan yang dilakukan adalah intra muscular dan saya tegaskan ini im yaa dan dijawab yaa, Penyuntikan berlangsung cepat, sedangkan kalau subcutant penyuntikan berlangsung lama. Saya minta dusnya dan memang diberikan dus Typhim Vi, tetapi penyuntik mengatakan suntikannya tidak yaa, tanpa saya pernah melihat suntikannya. Sebelumnya saya pernah dua kali disuntik Typhim Vi di tempat lain dan saya selalu melihat dusnya dan syringenya. Seharusnya Biofarma melakukan penyuntikan seperti yang dilakukan oleh penyuntik yang pernah menyuntik saya sebelumnya. Di Laboratorium Klinik, selalu ditunjukkan bahwa tabung untuk pengambilan darah masih tersegel (steril), demikian juga stiker yang ditempelkan pada tabung tersebut adalah atas nama kita.

Jumat, 15 April 2016

Baja Ringan Anti Rayap Rawan Ambruk

Sekarang ini mulai banyak yang pakai rangka atap baja ringan, tetapi sebenarnya rawan ambruk, bukan karena rayap, tetapi karena kebakaran. Kebakaran sebentar saja, maka rangka atap baja ringan akan melentur dan ambruk semuanya. Saya pernah melihat rumah dengan rangka atap kayu kebakaran dan setelah setengah jam kebakaran dan apinya mati, karena disemprot air oleh pemadam kebakaran, maka yang terbakar hanya reng dan kaso, sedangkan gording luarnya terbakar, tetapi masih utuh dan kuda-kudanya tidak terpengaruh sama sekali. Api akan membakar kayu yang lebih lunak dulu, sedangkan kuda-kuda biasanya kayunya bagus dan besar. Jadi jika rangka atap kayu ada rayapnya tindakan apakah yang harus diambil?

Jangan khawatir rangka atap kayu akan ambruk tiba-tiba. Rayap akan memilih kayu yang lunak terlebih dahulu, biasanya reng dan kaso, jarang memakan gording apalagi kuda-kuda. Jadi biasanya genting akan melorot. Kerusakan tidak akan banyak dan cukup menggunakan anti rayap. Sejak tahun 1995 saya menggunakan anti rayap, ketika diketahui sekitar rumah saya banyak rayapnya. Dulu menggunakan Lentrek yang merupakan racun kontak yang artinya kontak dengan cairan anti rayap yaa berati rayapnya mati. Jeleknya Lentrek ini bersifat repellent atau menolak rayap, yaa rayapnya pasti tidak mau kontak, sehingga rayapnya terusir atau minggir, tetapi tetap hidup dan makan kayu yang tidak ada anti rayapnya. Sekarang ini hampir semua anti rayap bersifat non-repellent yang artinya rayap tak tahu itu anti rayap dan kayunya dimakan juga dan akhirnya mati.

Di dunia banyak digunakan anti rayap non-repellent Imidacloprid yang relatif cepat membunuh rayap. Yang lainnya adalah Fipronil yang relatif lambat membunuh rayap dan tentunya menguntungkan, karena seperti halnya semut, maka sesama rayap jika bertemu pasti 'ciuman' dan menularkan pada rekannya, bahkan ratunyapun disuapi makanan beracun. Ini akan membunuh seluruh koloni rayap.

Jika dana terbatas, maka anti rayap Prestise 200SL 80ml seharga Rp65.000 sudah cukup untuk membasahi seluruh rangka atap terutama ujung-ujung kayunya dengan semprotan bunga. Prestise 80ml dapat diencerkan hingga 40-80 liter air. Isi Prestise adalah Imidacloprid 200 gram/liter yang tentunya tidak ada 200 gram dalam 80ml.

Jika dana agak banyak bisa menggunakan Lentra 200SL 250ml seharga Rp170.000 yang cukup untuk membasahi seluruh rangka atap dan juga kusen-kusen serta pintu. Biasanya walaupun kusen ada rayapnya, sulit untuk mengetahui ada rayapnya, kecuali sudah parah. Ini salah satu jalur rayap menuju atap. Isi Prestise dan Lentra itu sama, jadi kalau perlu banyak gunakan saja Lentra atau bisa juga kombinasi keduanya.

Jika mau membunuh koloni rayap gunakan Agenda 25EC 1000ml seharga Rp365.000 yang hanya cukup untuk membasahi seluruh rangka atap, karena 1000ml Agenda 25EC ini hanya akan menghasilkan 40-80 liter cairan racun untuk disemprotkan, karena Agenda 25EC ini mengandung fipronil yang berkadar 25 gram/liter. Ketika Lentrek sudah discontinue, saya hanya menggunakan Agenda untuk menyemprot atap dan tanah. Penggunaan pada tanah sangat boros, jadi sekarang ini saya hanya menggunakan untuk menyemprot rangka atap saja. Toh rayapnya sudah tidak ada dan ini hanya untuk berjaga-jaga saja.

Untuk rumah dengan luas lantai dasar kurang dari 100 meter persegi tidak perlu panggil tukang rayap, cukup mentreatment tanah yang belum difloor dengan anti rayap. Menyemprot rangka atap itu melelahkan, jadi kalau mau santai cukup mentreatment tanahnya saja. tetapi tentunya boros. Buat lubang pada tanah dengan obeng berjarak 10 centimeter dari floor dan tiap lubang berjarak 20 centimeter, isi dengan anti rayap, kalau habis meresap, isi terus sampai jenuh. Jika hanya tanah yang ditreatment, maka sebaiknya gunakan Agenda. Treatment tanah ini bisa dilakukan sendiri dan tidak perlu terlalu kuatir dengan racunnya asal sudah diencerkan, bahkan Imidacloprid termasuk golongan Neonicotinoid (nikotin). Jauh lebih berbahaya merokok daripada mengaplikasikan anti rayap. Untuk rumah dengan lantai dasar lebih dari 100 meter persegi sebaiknya tanah di samping rumah yang menempel pada tembok kita perlu ditreatment juga, walaupun mungkin itu adalah tanah tetangga, beri pengertian pada tetangga bahwa hal ini juga berguna untuk rumahnya.

Perlu diketahui bahwa Fipronil dan Imidacloprid itu rawan cahaya. Bahkan Imidacloprid setelah diencerkan hanya dalam waktu 1-4 jam saja kekuatannya berkurang hingga separuhnya. Oleh karena itu botol Imidacloprid selalu tidak tembus cahaya. Di permukaan tanah Imidacloprid berkurang kekuatannya hingga separuh dalam waktu 39 hari. Tetapi di dalam tanah kedua bahan tersebut kekuatannya berkurang hingga separuhnya dalam waktu setahun atau lebih. Menggunakan kedua bahan tersebut dengan dosis dobel tentunya menyebabkan kita tak perlu tiap tahun menggunakan anti rayap. Untuk rumah dengan luas lantai dasar hingga 100 meter persegi cukup menggunakan sebotol Agenda seharga Rp365.000 untuk mentreatment tanah saja (di depan dan belakang rumah). Diaplikasikan tiap tahun untuk 2 tahun pertama dan seterusnya tiap 2 tahun sekali. M U R A H kan!!!

Rabu, 02 Maret 2016

Perlukah migrasi ke 4G-LTE

Setelah migrasi CDMA ke GSM dianggap berhasil, kini akan migrasi ke 4G-LTE. Yang sekarang sudah terdapat adalah 2G, 2.5G, 3G dan 3.5G. Dengan 3.5G-pun sebenarnya sudah bisa didapatkan up to 42Mbps, yang maksudnya maksimal 42Mbps secara total, tetapi seorang pemakai tentunya hanya mendapatkan di bawah itu tergantung banyaknya pemakai. Dengan 3.5Gpun sebenarnya sudah cepat jika kita mendapatkan sinyalnya. Konyolnya tidak di semua tempat kita mendapatkan sinyal 3.5G.

Secara teknis semakin rendah frekuensinya, maka akan semakin jauh pancarannya, sehingga diperlukan hanya sedikit menara BTS. Yang terbaik tentu saja Ceria dengan 450MHz. Pada umumnya 2G sampai dengan 3G menggunakan frekuensi 800MHz, 850MHz dan 900MHz, walaupun Flexi dulu pertama sekali pernah menggunakan frekuensi 1900MHz dan suaranya parah banget, juga menghabiskan baterai. Semakin tinggi frekuensinya, maka harus semakin rapat menara BTSnya. Jadi jangan berharap 4G-LTE akan ada, jika 3.5Gnyapun tidak ada, karena frekuensi 4G-LTE pada akhirnya hanya akan menggunakan frekuensi 1900MHz, 2100MHz, 2300MHz dan 2400MHz.

Sekarang ini penjual makin konyol, misalnya Bolt di Giant Jatiasih tidak dapat menunjukkan demonya, karena di tempat itu memang tidak ada sinyal 4Gnya. Demikian juga penjual Smartfren di depan Fresh Market Cikunir juga tidak dapat menunjukkan demo 4Gnya, karena sinyal SmartFren EVDO-RevBnya saja tidak ada. Di Bandung malah di Kantor Pusat SmartFren sendiri di Jalan Suci, sinyal EVDO-RevBnya juga tidak ada dan adanya sinyal baru di Dago yang berjarak 1.5 kilometer dari Kator Pusat SmartFren itu sendiri.

Jika sinyal 4Gnya tidak terdapat, secanggih apapun handpone kita, maka yang didapatkan hanya sinyal 3G. Jadi jika ingin membeli HP 4G-LTE, maka minta penjual menunjukkan demonya dengan HP 4G mereka. Pada HP tersebut akan tertera 4G, jika sinyal didapatkan di bagian belakang sinyal bar tersebut (bukan nama providernya, misalnya xxx 4G-LTE). Jika anda sudah yakin dengan penjual/produknya, maka HP 4G LTE tersebut boleh dibeli dengan catatan di rumah/kantor anda mungkin hanya didapatkan sinyal 3G, karena pindah kamar saja sinyal bisa langsung berubah. Demikian juga jika tetangga anda yang berjarak 100 meter dari rumah anda bisa mendapatkan sinyal 4G-LTE, bukan berarti anda juga akan bisa mendapatkan sinyal 4G-LTE tersebut. Yang paling tepat yakni meminjam HP 4G-LTE milik teman anda (masalahnya akan dipinjami tidak) dan mencobanya di tempat yang anda inginkan.

Kesimpulannya, 4G-LTE cocok hanya untuk mereka yang senang internet, boleh dikatakan tidak ada perbedaan untuk suara dan SMS dengan HP lama non 4G-LTE. Hampir semua HP seharga minimal sejuta sekarang ini telah dilengkapi fasilitas 4G-LTE, atau setidaknya belilah HP yang sudah dilengkapi dengan 4G-LTE, tetapi pikirkan dulu masak-masak jika ingin berlangganan 4G-LTE (jangan beli bundle, mungkin nanti akan menyesal dan tidak dapat ganti provider). Setidak-tidaknya berlangganan 4G-LTE lebih mahal dua kali lipat dari layanan biasa. Selama jumlah menara BTSnya tidak ditambah, maka layanan 4G-LTE tidak akan baik dan memiliki banyak sekali blankspot. Jarak menara BTSnya dengan anda maksimal 1 kilometer, jika lebih jangan berpikir untuk mendapatkan sinyal 4G-LTE. Yang paling baik sebenarnya provider menggunakan Micro-pole yakni tiang yang lebih besar sedikit daripada tiang listrik untuk meletakkan antena dan bukan menara BTS. Micro-pole dapat diletakkan di median jalan dan bisa berjarak hanya 200 meter satu sama lain atau paling jauh 500 meter. Di Bandung dulu pernah ada beberapa Micro-pole, tetapi sudah dibongkar, karena tidak meminta ijin terlebih dahulu dari walikota/pemda.

Bolt juga sudah 4G-LTE, tetapi tidak seperti provider telekomunikasi lainnya, kalau tidak didapatkan sinyal 4G-LTE, maka tidak akan didapatkan sinyal 3.5G, 3G dan 2G. Jadi sebaiknya lupakanlah Bolt. HP SmartFren dijual secara bundle berikut layanan 4G-LTEnya. HPnya memiliki satu slot untuk kartu SmartFren dan satu slot lainnya untuk provider GSM. Tetapi untuk menggunakan fasilitas provider GSM, maka kartu SmartFren harus aktif. Jadi jika fasilitas SmartFren tidak memuaskan, maka mungkin tidak ada pilihan lain selain membeli HP GSM 4G-LTE lainnya yang tidak dibundle dengan layanan 4G-LTE. Mengingat masih banyaknya blank spot layanan 4G-LTE dari tiap-tiap (semua) operator GSM, maka sebaiknya jangan sekali-sekali membeli HP 4G-LTE dengan sistem bundle berikut layanan 4G-LTEnya, supaya kita mudah berganti-ganti provider.

Tanggal 1 Oktober 2016, saya ke Galeri Smartfren di Metropolitan 2, Karena semua kartu Smartfren saya tidak mendapat sinyal sedikitpun. Saya datang 10 menit setelah mal buka, ternyata yang antri sudah sampai di luar Galeri Smartfren panjangnya sudah 7 meter, belum yang sudah di dalam galeri. Ternyata yang ngantri itu mau upgrade ke HP Promo dan sinyal Smartfrennya ternyata masih ada. Jadi saya beruntung, karena Smartfren saya tak ada sinyal, maka saya antri untuk Customer Service, dapat nomor 10. Sedangkan yang mau upgrade HPnya akn dilayani hingga jam 7 malam dan jika belum dilayani, esok harus ngantri lagi dari awal. Menunggu 2 jam akhirnya saya dipanggil. Saya punya 3 kartu Smartfren, jadi sebenarnya saya berhak untuk 'penggantian' 3 devices. Tetapi, karena saya hanya bawa 1 HP, maka hanya berhak dengan 'pengantian' 1 MiFi atau 1 HP. Untuk Mifi harus tambah Rp 100.000, sedangkan untuk HP Andromax Serie A harus tambah Rp 510.000. Sebenarnya ini bukan penggantian, tetapi 'memaksa' kita untuk menukar alat sesuai kemauan Smartfren. Jadi jauh lebih jelek daripada migrasi CDMA Telkomsel dan Indosat. Saya pilih MiFi saja, Andromax M2Y, dengan isi kuota 19GB terbagi 7GB 24jam dan 12GB Midnight untuk 30 hari, kalau masuk masa tenggang, maka kuota hangus, jika diiisi pada masa aktif, maka kuota akan diakumulasikan dan masa aktif akan dihitung saat kuota ditambah (tidak akumulatif). Andromax  M2Y ini konon bisa untuk koneksi 32 HP, tetapi ternyata sinyalnya sangat lemah, bahkan untuk 1 HP saja, maksimum hanya 7 meter. Jika membeli MiFi Andromax M2S, maka milik teman dan sudah saya saksikan dapat menjangkau 20 meter lebih, walaupun hanya bisa koneksi untuk 15 HP saja. M2Y juga tidak dilengkapi charger. Jadi sudah suruh bayar Rp 100.000, tetap dapat MiFi yang tak lengkap. Jika membeli MiFi Andromax M2S sendiri seharga Rp 299.000, konon katanya akan mendapatkan kuota internet yang lebih banyak. Sekarang saya punya 4 kartu 4G LTE, karena MiFi Andromax M2Y juga diberi kartu sendiri. Berhubung saya tidak punya/beli HP 4G LTE, maka saya masukkan saja pada HP Nokia CDMA lama saya, ternyata bisa jalan. HP saya bisa untuk Esia Smartfren dan juga Flexi 1900MHz yang paling kuno. Suaranya tidak sebagus sebelum migrasi dan boros baterai, maksimum menelepon 20 menit saja. Saya masukkan pada HP CDMA yang lain, ternyata tidak bisa, karena hanya support 850MHz. Saat ini sinyal 4G LTE menggunakan 2300MHz dan 850Mhz. Pengisian kuota yang paling murah adalah Rp 50.000 akan mendapatkan 1,75GB 24 jam dan 3 GB Midnight (jam 1-7). Sedangkan kartu perdana Simpati Loop 3G sebesar Rp 60.000 mendapatkan 2GB 24 jam dan 3GB Midnight (jam 00-09) untuk 60 hari. Jadi lebih murah Simpati Loop 3G. Kalau Simpati Loop 3G dapat untuk BigoLive (Bigo Live lebih berat daripada YouTube), maka Smartfren 4G LTE hanya bisa untuk YouTube, yang garis putihnya selalu hampir kesusul garis merah. Jelas pilih Simpati Loop 3G. Smartfren 4G LTE hanya unggul terhadap Indosat. Sedangkan yang lainnya yaa lebih payah lagi.

Hati-hati beli modem 4G LTE!
Saya dengan terpaksa membeli modem 4G LTE, bukan karena ingin lebih cepat, tetapi untuk menghabiskan kuota 4G saya. Karena sekarang ini di akhir 2016 semakin sulit mendapatkan kartu perdana 3G dan kalau adapun harganya mahal, misalnya 3G Simpati Loop 4GB 24jam  untuk masa aktif kurang dari sebulan harganya Rp 65.000, sedangkan Simpati 4G LTE 12 GB 24jam harganya juga Rp 65.000 yang terdiri 2GB 3G dan 10GB 4G LTE dan masa aktifnya hampir 60 hari, karena telah diaktifkan terlebih dahulu. Modem yang saya incar adalah Huawei E3372 dimana 4G LTEnya menggunakan blok B3 FDD LTE 1.800MHz dan blok B8 FDD LTE 900MHz (Three hanya menggunakan B3 FDD LTE 1.800 MHZ, maka dapat dipastikan performanya paling jelek, tetapi kuota kartunya bisa paling murah) dan tentunya bisa untuk semua kartu GSM, kecuali Smartfren dan Bolt. Tetapi modem ini sudah tidak ada di Jakarta dan Bandung. Di MegaComp BEC Bandung L2-Co3 banyak sekali modem 4G LTE yang ditawarkan, sedikitnya ada 6 macam. Yang perlu dipertimbangkan adalah modem Huawei E392 seharga Rp 525.000, walaupun secara online bisa didapatkan seharga Rp 500.000. Modem ini 4G LTEnya sama dengan Huawei E3372. Jika dipaksakan  menggunakan Smartfren, maka frekuensi 850 MHznya hanya support sampai dengan EDGE (2.75G). Kalau saya disuruh milih, tetap milih Huawei E3372, karena harganya lebih murah dan saya tidak melihat keunggulan apapun dari Huawei E392. Yang lainnya adalah Advance DT100 seharga Rp 375.000 (beli online pasti lebih murah, yang saya temukan Rp 327.000 dengan garansi 3 bulan) dengan spesifikasi mirip Huawei E3372 dengan Download Speed up to 100Mbps (Huawei E3372, Download Speednya up to 150Mbps) dan Upload Speed up to 50Mbps. Tetapi akhirnya saya beli Cyborg E488-S seharga Rp 375.000 bergaransi setahun (kalau online garansinya biasanya cuma sebulan dan bagaimana kalau mau klaim) yang bentuknya agak bongsor di Click & Click (bukan Klik & Klik lo) di BEC, karena saya perlu modem yang bisa Telkomsel dan Smartfren. Smartfren menggunakan frekuensi B5 FDD 4G LTE 850 Mhz dan B40 TDD 4G LTE 2.300 MHz, sedangkan Bolt hanya menggunakan frekuensi B40 TDD 4G LTE 2.300 MHz. Support Widows 7 dan 10, tetapi tidak Windows 8. Modem ini kemasannya begitu sederhana tidak seperti modem Huawei yang menggunakn box yang rapi, demikian juga Petunjuk Setting modem ini hanya selembar kertas berukuran 8x8cm persegi. Frekuensi 4G LTEnya hanya 850MHz dan 1800MHz, sedangkan frekuensi HSUPAnya hanya sampai 5.76Mbps untuk 2100MHz. LTE Download Speed up to 300Mbps dan LTE Upload Speed up to 50Mbps. Saya coba, memang Download Speed Maximumnya mencapai lebih dari 100Mbps, tetapi saya tidak tahu apa bisa melebihi 150Mbps. Menggunakan speedtest.net dan setting modem Auto (Default), maka didapatkam Maximum Download Speed 21.28Mbps dan Maximum Upload Speed 7.16Mbps. Dibandingkan modem 3G Huawei E3531 saya yang bisa 21.6Mbps, maka kecepatan Uploadnya boleh dikatakan hampir sama, sedangkan kecepatan Downloadnya memang lebih cepat, tetapi boleh dikatakan tidak significant. Tetapi dengan mode 3Gonly, maka modem 3G Huawei E3531 akan jauh lebih cepat daripada modem 4G LTE Cyborg E 488-S, karena frekuensi yang bisa digunakan oleh modem Cyborg ini hanya sampai 2.5G EDGE 900MHz dan 1.800MHz dengan DL hanya 236kbps untuk Telkomsel, XL. Indosat dan Three. Dengan mode Auto, maka kuota yang digunakan hanya kuota 4G LTE (kadang-kadang siih ke 3G juga untuk Telkomsel). Smartfren lebih beruntung, karena pada mode 3Gonly 850MHznya bisa sampai 3.5G HSDPA dengan DL hingga 7.2Mbps. Jadi, jika tidak terpaksa untuk menghabiskan kuota 4G LTE, maka migrasi ke 4G LTE yaa tidak perlu. (Spesifikasi di atas banyak yang tidak tercantum dalam kemasan dan harus mencari di Web, kalau Huawei dengan dos segelan siih spesifikasinya tercantum jelas didosnya dan garansinya 3 tahun).

Menggunakan Kartu Telkomsel, maka praktis modem Cyborg hanya bisa digunakan untuk koneksi 4G LTE. Sinyal 4G LTE Telkomsel kadang-kadang hilang dan pada saat ini modem akan berusaha mencari sinyal yang di bawahnya: 3,75G, 3,5G, 3,25G, 3G, 2,75G dan baru 2,5G bisa handshaking, tetapi proses ini terlalu lama, sehingga hubungan modem akan putus terlebih dulu. Dan perlu menunggu beberapa menit agar bisa Connect kembali di 4G LTE. Sebenarnya ketidakstabilan sinyal 4G LTE sudah bisa diramalkan, mengingat Tekomsel sebagai pemilik/penyewa memiliki 120.000 Menara BTS di seluruh Indonesia. Dan hanya 5 persen saja yang sekaligus digunakan sebagai Menara BTS 4G LTE. Padahal semakin tinggi frekuensinya, maka harus semakin rapat Menara BTSnya, jadi kalau 4G LTEnya numpang di 3G tanpa tambahan Menara BTS di antaranya, maka hanya yang dekat Menara BTS saja yang akan mendapatkan sinyal 4G LTE. Menara BTS Telkomsel yang paling dekat rumah saya jaraknya kurang dari 200 meter.

Sebagai tambahan informasi: Jangan beli modem Samsung GT-B3730, karena untuk frekuensi 4G LTEnya hanya support 2.600MHz, padahal frekuensi ini belum digunakan oleh operator telekomunikasi manapun di Indonesia, sedangkan frekuensi 1800MHz dan 900MHznya hanya support sampai EDGE, walaupun harganya cuma Rp 200.000 lebih. Sedangkan modem Alcatel 1K3M support 4G LTE yang biasanya digunakan di Arab dan tertulis Mobily pada modemnya hanya support frekuensi LTE TDD 2600Mhz, sedangkan frekuensi DL HSPA+nya mendukung frekuensi 900MHz hingga 42 Mbps, tetapi frekuensi 850MHznya hanya support sampai dengan EDGE. Jadi jika dipaksakan untuk Smartfren, bisa, tetapi sangat lambat dan Bolt pasti tidak bisa. Support hanya sampai dengan Windows 7. Harganya cuma Rp 200.000 lebih sedikit.

Tambahan 15 Maret 2016:
Di perbatasan Graha Indah dan Taman Permata Cikunir dekat Outer Ring Road ternyata sinyal XL yang didapat hanya 2G, tidak pernah 3G apalagi 3G+. Saya bawa modem dan kartunya ke XL Center di Pertokoan Bekasi Mas seberang Mitra Keluarga Bekasi Barat dan kartunya dicoba ke salah satu HP mereka dan didapatkan sinyal 3G+,  jadi bukan 4G. Di kartunya memang tertulis 4G-LTE (Hot Rod), tetapi mungkin ini hanya sekedar tulisan. Modemnya tidak dites, karena katanya mereka tidak bisa mengetes modem. Kemungkinan pertama banyak daerah di Bekasi hanya bisa menerima sinyal 2G, kemungkinan kedua kartu XL tersebut hanya bisa menerima sinyal 3G+ dengan menggunakan smartphone dan bukannya modem HSPA+ 21,6kbps. Dan jangan tertipu dengan kuota yang dijanjikan, 4,5GB maksudnya 1,5GB untuk 2G dan 2G ke atas, sedangkan 3GB lagi untuk 3G dan 3G ke atas. Jadi kalau hanya didapatkan sinyal 2G, maka kuota yang didapatkan hanya 1,5GB.

Tambahan 28 April 2016:
Kartu Simpati yang lama (cover plastik) tertera Best For Smartphone dan Speed up to 7,2 Mbps. Dimana-mana mendapat sinyal 3G+ dan ternyata telah diupgrade ke Speed up to 21,6Mbps seperti Kartu Simpati yang baru dimana memang tertera Speed up to 21,6 Mbps. Digunakan di Smartphone maupun modem sama kencangnya, bahkan untuk You tube mencapai 14350Kbps atau 14,35 Mbps, tetapi untuk website lokal apakah Detik com atau Vidio com kecepatannya di bawah 2 Mbps. Jelas yang bermasalah adalah website lokal ybs dan bukan kartunya. Jadi kalau tidak mau lihat Youtube apa perlu pakai 4G-LTE, apalagi dengan 3.75G Speed up to 21.6 Mbps, buka Youtube lancar-lancar saja. Kartu Perdana Simpati seharga Rp 40.000 untuk pemakaian maksimum 2 bulan dijual di Lobby BCP menggunakan lapak/meja dekat tangga berjalan dan bukannya di Gallerynya terdiri dari 2GB untuk 'ngalong' dari jam 24.00 hingga pukul 6.00 pagi dan 2GB lagi yang terbagi 1.5GB untuk pemakaian Nasional dan 0.5GB untuk pemakaian Lokal misalnya Jabodetabek (tertera di belakang bungkus nomor kartu). Jeleknya kuota Lokal baru bisa dipakai setelah kuota Nasional habis. Masa berlaku kartu perdana tersebut 60 hari, tetapi karena sudah diaktifkan terlebih dahulu, maka biasanya masa berlakunya berkurang seminggu. Di penjual pulsa, kartu perdana yang sama dijual seharga Rp 60.000 dan masa berlakunya malah cuma sebulan lebih sedikit, karena rupanya si penjual pulsa yaa beli di lapak Telkomsel, BCP. Untuk isi ulangnya dengan kuota yang sama harus membayar Rp 59.000 dan kuota Lokalnya tergantung dari di mana kita mengisi pulsanya misalnya Jabar. Jadi sebaiknya siapkan beberapa Kartu Perdana, karena akan lebih murah daripada isi ulang.

Kartu Three mungkin yang paling murah. Kartu Perdana Three 1Gb Rp 25.000 dan bisa memilih hingga 10GB yang harga per GBnya -/+ Rp 15.000. Masa pakai Three ini maksimal setahun, tetapi sinyal Three yang bisa didapat umumnya hanya 3G, bahkan banyak daerah yang hanya bisa menerima sinyal 2G. Jadi hampir sama dengan XL, hanya cepat di daerah-daerah tertentu, tetapi di kebanyakan daerah bahkan sama sekali sudah tidak bisa membuka website Detik com. Untuk isi ulangnya lebih murah Rp 5.000 daripada kartu Perdananya. Jadi untuk isi ulang 1GB cuma Rp 20.000,-

Tambahan 19 Juni 2016:
Saya menggunakan modem Huawei 3531 s/d 21.6 kbps, yang harganya sekarang di Enter Komputer Rp 225.000. Harga ini sama dengan modem Huawei 3131 s/d 21.6kbps, hanya saja modem Huawei 3531 lebih tipis, tetapi tidak memiliki colokan antena luar. Tidak ada masalah dengan performance modem Huawei 3531 saya, bahkan dengan kartu Telkomsel Simpati 4G LTE bisa didapatkan performa 40000bps saat mendownload Antivirus Avast, padahal modem ini bukan modem 4G LTE. Kesalnya modem Huawei ini selalu menampilkan iklan produknya, bahkan kadangkala berkali-kali hanya dalam satu sesi penggunaan, terutama ketika melihat YouTube.

Tambahan 16 Agustus 2016:
Indosat banting harga, katanya siih untuk menyambut 17 Agustus. 10GB 4G LTE plus 300MB 3G hanya Rp 25.000 dengan masa berlaku 30 hari. Sayangnya kuota 4G LTE dan 3G benar-benar dipisahkan, bukannya kuota 4G LTE habis baru pakai kuota 3G, tetapi di tempat dimana hanya terdapat sinyal 3G, maka pakai kuota 3G. Dan ternyata blankspot Indosat untuk 4G LTE banyak sekali, jadi kuota 3G sudah habis, tetapi kuota 4G LTE masih banyak, padahal kuota 4G LTE hanya dapat digunakan di daerah dimana ada sinyal 4G LTE. Mungkin ada baiknya pilih paket 9GB 3G saja seharga Rp 65.000 untuk 90 hari. Cuma perlu diingat kualitas 3G Indosat juga sebenarnya payah, hanya mampu download dengan kecepatan maksimum sebesar 2000bps dan sering drop mendekati nol atau bahkan nol. Untuk Youtube jelas tidak cocok. Cocok untuk buka web seperti detik.com, tetapi kapan yaa nanti habis kuotanya. Jika berminat Indosat lagi promo di Lobby BCP, sampai akhir bulan Agustus.

Tambahan 17 Agustus 2016:
Telkomsel tidak mau kalah dengan Indosat, maka di teras BCP, di samping Galeri Telkomsel atau hanya berjarak 15 meter dari tempat Indosat promo, Telkomsel juga promo. 4GB 4G LTE Rp 50.000,  6GB 4G LTE Rp 65.000,  dan 10GB 4G LTE Rp 100.000. Kesemuanya dengan masa aktif 60 hari. Sekarang sudah tidak ada Flash Midnight dan WiFinya lagi dan seperti Indost dimana kuota 3G dan 4G LTE dipisahkan, maka kedua kuota tersebut juga dipisahkan. Hebatnya sinyal Telkomsel komplit, selain 4G LTE, juga ada 3.75G, 3.5G, 3.25G dan tentunya 3G. Menggunakan Youtube tentunya tanpa putus-putus, walaupun menggunakan 3G, tetapi kecepatannya sudah mulai turun dibandingkan 2 atau 3 bulan yang lalu.

Tambahan 18 Agustus 2016:
Karena dari 6GB 4G LTE Telkomsel, hanya 1GB yang 3G, maka sisa 4G LTEnya masih banyak, walaupun kuota 3Gnya sudah habis dan tentunya kartu sudah tidak dapat digunakan di lokasi dimana tidak terdapat sinyal 4G LTE. Saya tanya Telkomsel dan Indosat apakah bisa kuota 4Gnya dirubah menjadi 3G dan ternyata tidak bisa. Jadi untuk amannya saya harus punya kartu 3G murni tanpa embel-embel 4G LTE, karena blankspot untuk 4G LTE masih sangat banyak. Simpati Loop 7GB 3G harganya Rp 50.000 dengan masa aktif 60 hari, tetapi kuotanya terbagi atas 2GB 24jam, 3GB jam 00-09 dan WiFi  2GB. Sedangkan Indosat 9GB 3G harganya Rp 60.000 dengan bonus kabel data yang konon dengan masa aktif 90 hari dan pembagian kuotanya 3GB 24 jam dan 6GB jam 00-06 saja. Pilihan lain adalah Indosat 9GB 3G untuk 24 jam seharga Rp 80.000, Saya beli Indosat pilihan pertama dengan harapan masa aktifnya benar (?) 90 hari, apalagi ada bonus 150 sms dan 150 menit telpon ke sesama Indosat (bonus ini tidak ada untuk pilihan kedua). Ternyata pulsanya Nol, jadi harus isi pulsa dulu dan masa aktif kartunya ternyata hanya sampai 12 Oktober saja. Jadi agar masa aktif 90 hari untuk data dapat digunakan, harus tambah pulsa yang banyak. Saya akan usahakan kuota data sudah habis, sebelum 12 Oktober. Kelak, tidak mustahil saya akan beralih ke Simpati Loop. Indosat akan berada di Lobby BCP hingga 17 September 2016, sedangkan Telkomsel kelihatannya sudah menetap terus di teras BCP. Perang kouta sudah dimulai, kalau Three yang terkenal murah menurunkan harganya, maka perang kuota akan semakin ramai..

Tambahan 12 Oktober 2016:
Paling murah memang beli pulsa di teras BCP, Bekasi, di samping Grapari Telkomsel. Di bawah tenda piramid 2x2 meter itulah mereka jualan dan dikelola sendiri oleh Telkomsel. Sekarang ini sudah bukan jamannya WiFi, maka semua kartu tak ada kuota WiFinya. Yang paling murah, 2GB 24 jam 3G dan 3GB Midnight dari jam 00-09 3G seharga Rp 50.000 untuk kurang lebih 45 hari, karena sudah diaktifkan sebelumnya. Ini adalah Kartu Simpati 4G LTE yang tak laku, makanya nomornya diawali 0812. Jauh lebih baik beli ini daripada beli yang 16GB 4G LTE seharga Rp 100.000 yang terbagi atas 3G 1G dan 4G 15GB. Di tempat yang sinyal 4Gnya lemah, maka 1GB 3G akan cepat habis dan selanjutnya menganggurlah kartu tersebut. Alternatif lain adalah Simpati Loop 3G seharga Rp 70.000 untuk 60 hari, karena baru diaktifkan ketika dibeli, terbagi atas 2GB 24 jam dan 3GB Midnight jam 00 s/d 09. Kedua kartu 3G tersebut bisa untuk Bigo Live (CEPAT bukan, buat apa beli yang 4G LTE), dimana Bigo Live adalah sarana termudah untuk mengecek kecepatan dan kestabilan sinyal kartu. Kartu dari provider lain yang mengaku sudah 4G LTE, setelah saya coba tak ada yang bisa Bigo Live (paling hanya muncul headernya dengan gambar kartun), walaupun mungkin bisa dicoba tayang di Sudirman-Thamrin, Jakarta.

Tambahan 14 Oktober 2016:
Dengan speedtest.net yang gratis dan dengan mudah ditemukan di Google, maka Simpati Loop 3G hasilnya. Ping 20-40ms, tapi biasanya sekitar 40ms, Download 4-9Mbps, tapi kebanyakan hanya 4Mbps dan Upload stabil di 4Mbps, sedangkan Simpati 4G LTE yang didowngrade menjadi 3G hasilnya Ping sedikit di bawah 30ms. Download berkisar antara 6-7Mbps dan Upload stabil di 4Mbps. Tidak ada perbedaan yang significant antara kedua kartu tersebut. Smartfren yang selalu gagal streaming Bigo Live dengan menggunakan Receiver WiFi TP-Link WN722N seharga Rp 99.000 di Enter Komputer, tetapi saya beli Rp 115.000 di SSC BCP, Bekasi dan connection 100 persen ternyata memang sudah 72Mbps, walaupun kebayakan siih hanya 54 Mbps, Tetapi Smartfren dengan speedtest.net hanya menghasilkan Ping selalu di atas 40ms, bahkan mencapi 62ms, Download averagenya hanya 0,35-0,40Mbps dan Upload averagenya hanya 0,05-0,06Mbps, karena Smartfren tidak stabil, sering mencapi NOL atau transfer speed hanya 2kbps. Jelas Smartfren tidak bisa streaming.

Tambahan 25 Desember 2016:
Ternyata modem Huawei E3372 masih ada, tetapi langka dan harganya melambung. Di salah satu toko dengan neon box Huawei yang juga jual Smartfren di Harco Mangga Dua Lantai 3 modem tersebut dijual seharga Rp 525.000.  Di Mangga Dua Mall selantai dengan Bhinneka.com ada toko yang terletak di tengah-tengah mall menjual modem tersebut dengan harga Rp 500.000 (menjual juga barang-barang lama). Semuanya belum ditawar.

Tambahan 11 Pebruari 2017:
Saat ini Telkomsel 4G LTE dari pagi hari hingga malam sekitar pukul 9, payah, bisa diam sampai 30 detik, padahal jarak BTSnya hanya kurang dari 150 meter dari tempat saya. Sudah jelas kebanyakan pemakai. Saat ini frekuensi netral 2100Mhz  masih belum diijinkan oleh pemerintah untuk dipakai oleh siapapun, saya berharap frekuensi ini bisa segera dibuka, sehingga Telkomsel yang tampaknya sudah sesak bandwithnya bisa juga menggunakan frekuensi 2100Mhz ini. Sudah waktunya mencoba provider lain yang sudah 4G LTE di rumah saya.

Jumat, 01 Januari 2016

Jakarta Bandung PASTI Tidak Macet

Menjelang Natal 2015, pada tanggal 23 Desember pukul 7 malam mulailah kemacetan parah dan berlanjut hingga esok sorenya pada jurusan Jakarta Bandung via Tol Cikampek. Ada yang menempuh Jakarta - Bandung hingga 13 jam. Kemacetan yang melebihi kemacetan menjelang lebaran. Pada pukul 9 pagi tanggal 24 Desember kemacetan terjadi mulai dari Slipi hingga Kilometer 19 atau rest area pertama, siangnya tambah parah dengan kemacetan mulai Tomang hingga Kilometer 39 atau rest area kedua. Sedangkan Tol Jagorawi menuju Cawang, JORR menuju Tol Jakarta - Cikampek dan Tol Rawamangun - Cawang juga macet.

Sebenarnya hal ini bisa dihindari jika pengguna mobil yang kebanyakan memiliki smartphone mau membuka Google Maps traffic. Google Maps memanfaatkan smartphone kita untuk mengetahui lokasi kita dan tentunya kecepatan berkendara kita, jadi semakin banyak yang menggunakan Google Maps, maka akan semakin akuratlah perkiraan waktu yang akan kita tempuh. Google Maps tersedia pada desktop maupun pada smartphone. Kemacetan tidak dapat ditebak, jadi sebaiknya Google Maps dipakai tiap 15 menit atau 30 menit sekali dan tentunya sebelum kita pergi. Waktu tempuh yang diperkirakan Google Maps biasanya cukup akurat, karena datanya kan diupdate terus menerus.

Untuk memudahkan maka saya copy link untuk Semanggi, Jakarta ke Gedung Sate, Bandung:

https://www.google.com/maps/dir/Semanggi,+Jalan+Jendral+Gatot+Subroto,+Karet+Semanggi,+Jakarta,+Indonesia/mesjid+al

+muttaqin+gedung+sate,+Jalan+Diponegoro+No.22,+Bandung+Wetan,+Kota+Bandung,+Jawa+Barat+40115,+Indonesia/@-

6.5610413,107.2147165,10z/data=!4m8!4m7!1m2!1m1!1s0x2e69f15444f54583:0x3cf237eb8a93735d!1m2!1m1!

1s0x2e68e64c1fc9116b:0xcb6d730455fecfc1!3e0

Jika Tol Jakarta - Cikampek macet, maka ada alternatif jalan yang biasanya tidak macet, yakni melalui Jonggol:

https://www.google.com/maps/dir/Giant+Ekstra,+Jalan+Wibawa+Mukti+No.+2,+Jatiasih,+Jalan+Wibawa+Mukti+II,+Bekasi+Selatan,+Jawa+Barat+17423,+Indonesia/Gedung+Sate,+Jl.+Diponegoro+No.+22,+Bandung,+Jawa+Barat,+Indonesia/@-6.575577,107.2867316,11z/data=!4m8!4m7!1m2!1m1!1s0x2e698d80010581cb:0x30ac80d9d85bf83b!1m2!1m1!1s0x2e68e64c5e8866e5:0x37be7ac9d575f7ed!3e0

Jalan melalui Jonggol ini tidak selalu muncul di Google Maps, jika Tol Jakarta - Cikampek tidak macet.